RS Al Irsyad Surabaya

Benarkah CT Scan pada Anak Bisa Picu Kanker? Ini Penjelasannya

CT scan adalah alat pemeriksaan radiologi yang menggunakan radiasi untuk menghasilkan gambar detail organ internal. Karena sifatnya menggunakan radiasi, muncul kekhawatiran: apakah CT scan bisa memicu kanker terutama pada anak yang tubuhnya masih berkembang? Artikel ini membahas fakta berdasarkan penelitian terkini, bukan sekadar asumsi.

Bukti dari Penelitian: Ada Peningkatan Risiko, Tapi “Sedikit”

  • Sebuah penelitian besar menemukan bahwa paparan radiasi CT pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko kanker darah (leukemia) dan tumor otak pada dekade pertama setelah paparan.
  • Misalnya: jika dalam masa kecil dilakukan 2–3 kali CT kepala, risiko tumor otak bisa meningkat; dan 5–10 kali CT kepala sebelum usia 15 tahun bisa meningkatkan risiko leukemia.
  • Baru-baru ini, lembaga internasional International Agency for Research on Cancer (IARC) mengonfirmasi bahwa paparan radiasi CT scan pada anak dan remaja berhubungan dengan peningkatan risiko kanker darah (hematologis) di kemudian hari.

Namun penting ditekankan meski relatif meningkat dibanding tanpa paparan, risiko absolutnya tetap kecil. CT scan tetap sangat berguna untuk diagnosis, deteksi penyakit serius, atau penanganan trauma yang memerlukan gambaran organ dalam yang jelas.

Kenapa Anak Lebih Rentan?

Anak lebih sensitif terhadap efek radiasi dibanding orang dewasa karena:

  • Sel-selnya masih aktif membelah dan berkembang sehingga DNA lebih rentan rusak.
  • Anak memiliki harapan hidup panjang ke depan memberi lebih banyak waktu untuk efek radiasi (misalnya kanker) berkembang.

Karenanya, pemilihan CT scan pada anak harus sangat pertimbangkan manfaat vs risiko.

Kapan CT Scan Masih Direkomendasikan?

CT scan tetap menjadi alat penting bila dokter membutuhkan:

  • Diagnosis penyakit serius misalnya cedera kepala, perdarahan dalam, trauma, tumor, keluhan yang tidak bisa diatasi dengan pemeriksaan sederhana.
  • Penentuan penanganan medis yang tepat yang manfaatnya jelas lebih besar daripada risiko radiasi.

Dengan kata lain: gunakan hanya saat benar-benar diperlukan bukan untuk skrining rutin atau “sekadar ingin tahu.”

Hal yang Bisa Dilakukan untuk Meminimalkan Risiko

Untuk membantu meminimalkan potensi efek samping dari CT scan pada anak:

  • Pastikan CT scan dilakukan hanya bila ada indikasi medis yang jelas.
  • Sarankan agar petugas radiologi menggunakan setting dosis rendah (pediatric dose adjustment) sesuai ukuran dan usia anak.
  • Bila memungkinkan dan hasil cukup untuk diagnosis, pertimbangkan alternatif tanpa radiasi misalnya MRI atau USG terutama jika pemeriksaan sifatnya monitoring atau follow-up.
  • Orang tua dan dokter harus berdiskusi terbuka: apakah manfaat CT scan lebih besar daripada risiko paparan radiasi jangka panjang.

CT scan pada anak tidak bisa dibilang sepenuhnya aman atau sepenuhnya menakutkan. Penelitian menunjukkan ada peningkatan risiko kanker, terutama jika anak mendapat paparan radiasi berulang. Tapi CT scan tetap menjadi alat diagnosis yang sangat penting dalam kondisi tertentu, dan risiko itu tersisa kecil secara individu.

Yang paling penting adalah: keputusan menjalani CT scan harus berdasarkan kebutuhan medis yang jelas, dengan pertimbangan matang antara manfaat dan potensi risiko. Orang tua dan tenaga medis perlu bersama-sama mengambil keputusan yang bijak dan informatif.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.