Belajar dari Kasus Syekh Ali Jaber, Begini Pertolongan Pertama pada Luka

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kejadian upaya penusukan Syekh Ali Jaber baru-baru ini cukup ramai diperbincangkan. Untuk itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan pada kejadian serupa sebagai pertolongan pertama agar tak terjadi pendarahan yang serius.

Di tengah kegiatan dakwahnya, tiba-tiba ada orang tak dikenal berupaya menusuk Syekh Ali Jaber. Beruntung, benda tajam pelaku mengenai lengan tangan kanannya, namun dengan cukup keras. Melalui sebuah rekaman video, Syek Ali Jaber mengatakan, tusukan yang mendarat di bagian tangan terjadi cukup keras dan cukup dalam, bahkan separuh pisau masuk ke dalam hingga patah,

“Saya sendiri yang lepaskan pisaunya yang sudah patah di dalam saya keluarkan. Tapi alhamdulillah,” tuturnya.

Jika pertolongan pertama tak dilakukan dengan tepat, hal paling mengkhawatirkan adalah adanya pendarahan serius. Seorang perawat dan pakar pertolongan pertama, Emma Hammett menyampaikan, bahwa ketika seseorang mengalami pendarahan, yang menjadi prioritas adalah dengan menghentikan alirannya keluar. Karena itu, selalu gunakan sarung tangan saat berkontak dengan luka.

“Mencuci luka besar bukanlah prioritas, itu akan dibersihkan di rumah sakit, sehingga lebih baik menghentikan aliran darah yang keluar sebisa mungkin agar tak menjadi pendarahan,” terangnya.

Benda Asing di Luka

Apabila pasien yang mengalami tusukan masih bisa bergerak, maka posisikan pasien dengan duduk atau baringkan. Hal ini dilakukan agar bisa mengatur syok dan mencegah pasien merasa pusing bahkan pingsan.

Selain itu, Emma juga menuturkan jika ada benda asing yang tersangkut pada luka, sebaiknya tidak dilepaskan atau dikeluarkan karena berisiko menimbulkan pendarahan. “Periksa area untuk melihat apakah ada sesuatu yang tersangkut pada luka, apabila ada, jangan dilepaskan,” tuturnya dilansir dari Liputan6.

Selain itu, di area tubuh tertentu, posisikan area luka di atas jantung untuk memperlambat pendarahan. Meski begitu, rekomendasi terbaru tidak lagi menyarankan hal itu dan lebih fokus pada menekan luka.

Mengontrol Pendarahan

Menghentikan darah keluar menjadi prioritas utama korban yang mengalami luka seperti tertusuk benda tajam tersebut. Hal ini dilakukan supaya dapat mengontrol pendarahan dengan baik.

Berikan tekanan pada luka untuk menghentikan darah keluar. Apabila ada objek yang tertinggal, disarankan menghentikan luka dengan menekan di kedua sisi benda itu.

Apabila pendarahan sudah terkontrol, balut lukanya. Jika luka masih berdarah di balutan pertama, balutkan lagi dengan kain lainnya.

Emma juga menjelaskan, dalam kondisi tersebut, umumnya pasien akan mengalami syok karena kekurangan oksigen ke jaringan tubuh. Biasanya, tubuh mereka akan berubah warna. Mereka juga kemungkinan merasa sakit, haus, cemas, pusing, atau mungkin bingung karena otak kekurangan darah dan oksigen.

“Jika orang itu pucat, dingin, lembab, dan menunjukkan tanda-tanda syok atau apabila ada banyak darah, bantu sirkulasi mereka dengan membaringkannya dan mengangkat kaki mereka. Tinggikan luka pendarahan dan berikan tekanan langsung untuk mengontrol pendarahan,” jelasnya.

Yang terakhir adalah hangatkan tubuh mereka dan segera panggil petugas medis darurat agar dapat segera ditangani dengan lebih baik dan tepat. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat