Begini Tips Mengolah Masakan Menu Lebaran yang Baik untuk Kesehatan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Beberapa menu makanan yang berlemak, seperti opor dan rendang kerap dipilih untuk mengisi sajian khas lebaran. Namun, alangkah baiknya jika kita lebih mengatur pemilihan bahan masakan sebelum mengolahnya, agar kesenangan lebaran tak perlu mempertaruhkan kesehatan.

Di tengah pandemi COVID-19, Hari Raya Idulfitri tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adanya larangan mudik hingga anjuran silahturahmi secara daring, membuat masyarakat harus menjalani lebaran di rumah saja. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di rumah adalah memasak makanan yang aman disantap seluruh keluarga, sekaligus baik bagi kesehatan.

Lebaran yang biasa identik dengan makanan yang berlemak, seperti opor dan rendang ternyata memiliki risiko buruk bagi kesehatan tubuh. Ahli Gizi, Tirta Prawati Sari menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki karakteristik menu lebaran yang sama dengan tinggi garam dan rendah serat.

“Bumbu-bumbu yang ditambahkan dan cara memasak yang cenderung lama akan menambah karakteristik tinggi garam pada masakan, selain itu juga rendah serat yang disebabkan oleh sayur yang dimasak dalam waktu lama dan berulang kali. Zat gizi mikro yang larut dalam air pun akan hilang,” jelasnya.

Begitu pula dengan makanan atau minuman yang tinggi gula yang erat kaitannya dengan makanan suguhan lebaran, tentu membuat pengidap penyakit hipertensi, jantung atau diabetes harus waspada bila menyantap makanan tersebut.

Menurutnya, untuk menyikapi karakteristik menu lebaran, dapat disiasati dengan melakukan beberapa perubahan saat proses memasak, “Banyaknya bahan yang digunakan serta cara memasak yang rumit dan lama menjadi penyebab tingginya lemak jenuh,” tutur Tirta dalam webminar Komunitas Peduli Gizi.

Tips Mengolah Masakan Menu Lebaran yang Sehat

Tirta kemudian memberikan tips mengolah masakan menu lebaran dengan lebih sehat. Misalnya, dalam mengolah opor ayam, pemakaian santan dapat diganti dengan susu cair atau yogurt.

“Jangan susu full cream karena mengandung banyak energi,” tuturnya.

Selain itu, prinsip memasak yang baik untuk kesehatan adalah “Keep Simple”. Dalam arti, memasak dengan proses yang sederhana. “Kalau mau ayam goreng ya goreng saja jangan dimarinasi, diberi tepung, kemudian digoreng. Kalau mau direbus ya rebus saja, jangan terlalu banyak proses,” imbuhnya dilansir dari Liputan6.com.

Memasak dengan cara yang paling sederhana juga berarti menghilangkan proses penumisan bumbu. Kurangi penggunaan garam atau ganti garam dengan garam diet, dan buang kulit ayam.

“Memang rasanya akan berbeda, tapi ini cara yang lebih baik. Kalau bisa, jangan mengonsumsi rendang. Tapi, kalau sangat ingin, masak rendang seperti cara memasak opor tadi,” paparnya.

Dalam pembuatan ketupat, ia juga menyarankan untuk menggunakan bahan dasar beras merah. Sedangkan bila membuat sambal goreng kentang bisa menggunakan kentang rebus dan mengganti hati atau jeroan dengan daging tanpa lemak.

“Selebihnya ada baiknya bila mengurangi atau membatasi konsumsinya. Makan saat lapar datang, berhentilah bila lapar sudah tidak terasa. Anda hanya bosan, carilah kegiatan lain,” saran Tirta.

Yang terakhir, dalam membuat minuman, gula yang dipakai dapat diganti dengan stevia atau pemanis yang berasal dari daun stevia. Begitu pula untuk puding, ganti vla atau pemanis lainnya dengan stevia, baik yang sirup atau yang serbuk.

“Upayakan selalu gunakan gula subtitusi, ganti santan dengan susu, kunyah makanan secara perlahan, dan biarkan mulut menikmati setiap suapan,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat