Begini Tips Cegah Jerawat Karena Terlalu Sering Gunakan Masker

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Wajib penggunaan masker bagi beberapa orang dengan durasi yang lama, ditambah kondisi masker yang ketat, bisa menimbulkan jerawat pada wajah. Untuk menghindarinya, ketahui beberapa tips menggunakan masker untuk mencegah jerawat.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, pemakaian masker menjadi bagian penting dari protokol kesehatan pencegahan virus tersebut. Namun, dengan terlalu seringnya penggunaan masker tersebut, penelitian yang diterbitkan Journal of American Academy of Dermatology melaporkan, setidaknya 83 persen pekerja kesehatan di Hubei, Cina, menderita masalah kulit pada wajah.

Dr. Whitney Bowe yang merupakan seorang dermatologis di Manhattan, Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa masker memperburuk masalah pada wajah yang sebenarnya sudah ada. Apalagi dengan udara panas serta kelembapan. Sehingga, perlunya mengetahui beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah jerawat akibat memakai masker.

Pilih Bahan yang Tepat

Masker yang dianjurkan oleh dermatologis adalah masker kain yang 100 persen bahannya terbuat dari katun, sebab bahan ini akan membuat kulit bisa bernapas.

Selain itu, jika udara panas, maka masker harus sering diganti agar tetap bersih. Dr. Candrice Heath, asisten profesor dermatologi di Sekolah Kedokteran Lewis Katz di Universitas Temple menuturkan bahwa penggunaan masker ini sebagaimana pakaian dalam yang harus dicuci sesering mungkin.

“Anda tidak ingin semua minyak, keringat, dan kotoran itu tetap ada di sana dan kemudian Anda mengenakan kembali ke wajah Anda terus-menerus,” ungkapnya.

Kurangi Penggunaan Perawatan Kulit

Akan lebih baik bila seseorang mengurangi penggunaan produk kecantikan yang dipakainya ketika rutin mengenakan masker. Cukup pakai pembersih wajah nonsabun yang lembut dan pelembab ringan yang bebas pewangi.

“Lebih sedikit bahan lebih baik,” saran Dr. S. Tyler Hollmig, direktur bedah dermatologis di Dell Medical School di University of Texas, mengutip CNN.

Sebab, masker akan mengintensifkan penyerapan produk ke kulit sehingga seseorang perlu menggunakan lebih sedikit perawatan kulit.

Hindari Make-Up

Selain mengurangi penggunaan skin care, penggunaan make up juga perlu dihindari bila memungkinkan. Cukup gunakan pelembap kulit dan tabir surya. Begitu pula ketika wajah seseorang berkeringat saat memakai masker, cukup usapkan dengan micellar water atau cairan pembersih wajah sebagai langkah pencucian cepat.

Sebab, mencuci wajah bisa mengeringkan kulit akan mengelabui kulit dengan berpikir bahwa kulit perlu menghasilkan lebih banyak minyak sehingga dengan begitu justru bakal memberi lebih banyak jerawat.

Apabila seseorang sudah terlanjur memiliki jerawat, maka disarankan untuk memakai pengobatan peroksida benzoyl hanya di area wajah yang terkena jerawat, dan mulai dengan konsentrasi 2,5 atau 5 persen, bukan 10 persen. Jika menggunakan retinol, oleskan produk itu satu malam dan perawatan di tempat berikutnya.

Jika kulit mengalami hiperpigmentasi akibat jerawat sehingga jadi kehitaman, direkomendasikan untuk mengoleskan obat yang mengandung asam glikolat yang dapat mengobati noda dan penggelapan kulit. Pasien dengan hiperpigmentasi sebaiknya memakai tabir surya bahkan saat di dalam ruangan, karena cahaya biru dari perangkat dapat membuat masalah menjadi lebih buruk.

Sedangkan bila seseorang mengalami jerawat denga rasa ruam atau gatal maka kemungkinan menderita dermatitis kontak, yang kerap diakibatkan dari bagian logam atau karet pada masker. Maka disarankan untuk menemui dokter kulit sehingga dapat didiagnosa dan diberi perawatan yang tepat. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat