Begini Tips Atasi Kecemasan di Tengah Kasus Virus Corona

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Kabar mengenai warga Indonesia yang positif terinfeksi virus corona membuat sebagian orang merasa khawatir dan takut. Dengan sikap orang-orang yang mengalami kepanikan, sebenarnya ada hal lain yang tak kalah penting diperhatikan selain kesehatan fisik tersebut, yakni kesehatan psikologis.

Kepanikan akan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok dan mulai menjangkiti dunia, termasuk Indonesia ini dapat dilihat dari beberapa stok barang kebutuhan yang mulai diborong hingga menjadi langka.

Pemikiran atas keputusan memborong berbagai bahan kebutuhan, dan kecemasan-kecemasan pada seseorang ini, dikatakan oleh seorang Konsultan Psikologi harus ada suatu perhatian khusus.

“Harus ada perhatian secara khusus. Pikiran kita berevolusi dari yang semula tinggal di gua tanpa rasa cemas lantas beralih punya kekhawatiran akan malapetaka. Tapi ini membuat otak dan tubuh kita belajar,” ujar Michael Sinclair seorang Konsultan Psikologi.

Ia menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan bila kecemasan akan gangguan kesehatan itu muncul dan mulai mengganggu aktivitas atau bahkan pekerjaan seseorang.

Kontrol pikiran

Michael menyarankan untuk tidak bergantung pada pemikiran sendiri sehingga mudah terkecoh dan tidak memedulikan fakta yang sebenarnya terjadi.

“Coba untuk melakukan ini, misalnya, daripada bilang ‘Saya bakal sakit’, katakan ‘Saya punya pikiran bahwa saya akan sakit’ untuk menekankan ini pikiran yang mengatakan pada Anda bukan kenyataan,” jelasnya dikutip dari CNNIndonesia.

Jangan Abaikan Gejala Stres

Orang biasanya akan cenderung mengabaikan gejala-gejala stres, seperti napas pendek dan jantung berdebar yang sebenarnya menandakan bahwa seseorang sedang mengalami kepanikan atau kecemasan.

Ketika mengalami hal tersebut, ada baiknya bila seseorang mengatasi terlebih dahulu gejala sebelum semakin parah. Michael menyarankan untuk mencoba duduk dan ambil napas sembari menghitung hingga 10 hitungan dan lepaskan.

Batasi ‘Konsumsi’ Media

Lebih baik membatasi diri dari aliran informasi, baik media massa atau media sosial ketika merasa tidak mampu mengontrol rasa cemas. Berikan waktu terbaik untuk diri sendiri merasa lebih baik, barulah boleh memperbarui informasi.

Michael tidak serta merta meminta seseorang untuk memutuskan diri dari berita soal virus corona. Akan tetapi, membatasi diri dari aliran informasi. Langkah ini ditempuh guna mengurangi atau memberi jarak waktu memikirkan isu ini.

Ambil Tindakan

Lakukan tindakan sesuai dengan anjuran yang diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan dalam pencegahan virus corona, yaitu mencuci tangan dengan air dan sabun atau bisa menggunakan hand sanitizer. Sekaligus mulai menerapkan hidup sehat dan memberikan tubuh asupan makanan bergizi.

Tetap Terhubung

Rasa cemas dan stres bisa membuat orang mengurung diri, sehingga membuatnya enggan bertemu orang lain karena ketakutan akan virus corona. Padahal, tiap orang perlu menjaga relasi dan interaksi untuk mengendalikan rasa cemas.

Karena itu, tetaplah berkomunikasi dengan orang lain. Koneksi atau relasi dengan teman dan keluarga akan membantu merasa terdukung dan dikelilingi energi positif.

Hindari Spekulasi

Setelah diumumkannya dua warga Indonesia yang terinfeksi virus corona, maka informasi akan terus mengalir baik dari media massa maupun media sosial. Di tengah arus tersebut, penyebaran hoaks juga kabar spekulatif rawan terjadi.

Dengan demikian, tiap orang wajib waspada dan berhati-hati. Sebaiknya hindari spekulasi dan hoaks dengan mengandalkan sumber informasi yang bisa dipercaya.

“Ingat, kita tidak bisa menghentikan penyebaran virus, hanya komunitas ilmuwan yang bisa. Tapi kita bisa membantu satu sama lain dengan menghentikan penyebaran kepanikan,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat