Begini Tips Agar Aman Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Menjalankan ibadah puasa bagi orang yang memiliki penyakit jantung dan hipertensi akan cukup sulit. Namun, bila dilakukan secara terkontrol dengan sejumlah ketentuan, maka puasa akan dapat dijalani dengan aman dan lancar.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, David Dwi Ariwibowo menyampaikan bahwa puasa dapat dijalani bila pasien penyakit jantung ataupun hipertensi memiliki kestabilan dan terkontrol

“Pasien penyakit jantung yang stabil dan hipertensi yang terkontrol dapat menjalankan puasa tanpa masalah,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan beberapa tips aman berpuasa bagi penderita jantung dan hipertensi agar puasa tetap lancar dan kondisi tubuh terjaga, berikut ini sejumlah langkah yang dapat dilakukan.

Modifikasi Waktu Konsumsi Obat-obatan

Pada saat bulan Ramadan, penderita penyakit jantung dan hipertensi dapat memodifikasi waktu mengonsumsi obat-obatan, yang memang pada umumnya dikonsumsi harian untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

David menyarankan pendeita yang mengonsumsi obat 1 kali sehari dapat diminum saat sahur atau pada malam hari, sedangkan obat 2 kali sehari diminum saat sahur dan berbuka.

“Dan bila mereka mengonsumsi obat 3 sampai 4 kali sehari walaupun sudah jarang bisa diatur pembagiannya dari waktu berbuka hingga sahur,” tuturnya.

Perhatikan Ketentuan Obat

Tidak lupa untuk memperhatikan ketentuan penggunaan obat-obatan seperti sebelum dan setelah makan. Obat yang harus diminum sebelum makan dapat dikonsumsi 30 menit sebelum makan sahur atau 30 menit sebelum makan besar setelah berbuka puasa.

Sedangkan, obat yang diminum setelah makan dapat dikonsumsi 15 hingga 10 menit setelah makan sahur atau setelah berbuka.

Bila penderita mengonsumsi obat suntik seperti insulin atau bukan nutrisi pengganti makanan, obat yang diselipkan di lidah, obat kumur, obat tetes, obat hirup, obat melalui vagina atau dubur, dan obat oles dapat digunakan siang hari dan tidak membatalkan puasa.

“Berdasarkan kesepakatan ulama, obat-obatan tersebut bisa digunakan di siang hari dan tidak membatalkan puasa,” paparnya.

Kurangi Aktivitas Berat

David juga menganjurkan penderita penyakit jantung dan hipertensi untuk mngurangi aktivitas berat yang memacu kinerja jantung. Hal itu dikarenakan, aktivitas berat dapat membuat tubuh dehidrasi dan berimplikasi buruk pada penyakit.

Konsumsi Makanan Sehat

Hal yang perlu diperhatikan dan cukup penting adalah asupan atau nutrisi yang dikonsumsi ketika sahur dan berbuka puasa, diharapkan mereka mengonsumsi makanan yang sehat. Hindari garam, gula, dan lemak yang berlebih. Perbanyak sayur dan buah-buahan. Perbanyak pula konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

Istirahat yang Cukup

Selain itu, David sangat menyarankan penderita penyakit jantung dan hipertensi untuk istirahat dengan cukup yakni tidur setidaknya tujuh jam setiap hari.

“Tidur adalah proses restoratif yang penting bagi tubuh,” ungkap David.

Namun, ada baiknya bila setiap orang dengan penyakit jantung dan hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin menjalankan ibadah puasa Ramadan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat