Begini Tanda Kulit Ketiak yang Sehat

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Warna kulit ketiak yang putih dan mulus sering diidentikan bahwa kulit tersebut sehat dan baik-baik saja. Padahal, tidak demikian. Kulit ketiak yang sehat tidak selalu identik dengan putih dan mulus, begitupun yang tidak sehat juga tidak diidentikkan kulit berwarna gelap.

Kulit ketiak yang sehat tidak selalu putih dan mulus. Pun juga dengan kulit ketiak yang kurang sehat tidak selalu gelap dan kasar. Menurut dr. Edwin Tanihaha, Sp.KK, M.H.Kes, FKCCS, pakar kesehatan kulit Indonesia, tak ada hubungan antara warna dan tekstur kulit ketiak dengan kesehatan kulit ketiak. Bahkan, untuk mengetahui sehat atau tidaknya kulit ketiak sendiri, hal ini dapat diperiksa sendiri.

“Tanda kulit ketiak yang sehat, bisa sewarna dengan kulit atau lebih gelap dari kulit tubuh lainnya. Asalkan ini harus nyaman,” terangnya dikutip dalam Kompas.

Ia menambahkan ada beberapa kondisi yang menunjukkan kulit ketiak seseorang sehat. Kondisi tersebut di antaranya, tidak berbau, tidak gatal, tidak perih, tidak panas, dan tidak ada tanda peradangan. Jika tanda umum tersebut tidak dirasakan, maka dapat dikatakan seseorang memiliki kulit ketiak yang sehat.

Selayaknya wajah, kulit ketiak juga dapat diberi perawatan tertentu agar tetap sehat. Kulit ketiak harus tetap dipastikan kebersihannya agar tak muncul penyakit di kemudian hari. Kemudian, dr. Erwin juga menyarankan bahwa kulit ketiak juga wajib dibersihkan, dengan catatan tidak menggunakan sabun antiseptik.

“Tetap jaga pola hidup sehat, banyak minum air putih, hindari aktivitas yang dapat menimbulkan iritasi, alergi, atau radang pada kulit ketiak, serta rajin mencukur bulu ketiak dengan cara yang tepat,” saran pakar kesehatan kulit itu.

Di sisi lain, dalam Islam ternyata mencukur bulu ketiak sangat disarankan. Karena, Rasulullah menganggap hal tersebut dapat menjaga kesucian dan kesucian menjadi sebagian dari iman. Bahkan daripada mencukur, Rasulullah menganjurkan untuk mencabut bulu ketiak.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda, “Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”

Bukan tanpa alasan, dengan bersihnya bulu ketiak juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Karena, hal tersebut dapat mengurangi risiko pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan bau badan. Sebelum memilih untuk mencabut bulu ketiak agar kesehatan kulit ketiak terjaga ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berikut ini yang harus diperhatikan menurut Eka Sugiarto, Praktisi Perawatan Kulit sekaligus Manager Deo Unilever Indonesia:

  1. Pastikan alat pencukur atau pencabut higienis dan terjamin kebersihannya. Peralatan dapat direndam dalam larutan alkohol terlebih dahulu.
  2. Saat mencabut, cabut dalam satu kali tarikan agar kulit tidak sakit. Cabut mengikuti arah pertumbuhan bulu agar folikel tidak rusak. Karena, jika rusak dapat menyebabkan pori-pori kulit ketiak melebar.
  3. Setelah selesai mencabut, siram kulit dengan air dingin untuk mengurangi rasa tidak nyaman serta mencegah infeksi atau masuknya bakteri. Selain itu, air dingin juga membantu menutup pori-pori kulit.

Kulit ketiak yang sehat tidak harus putih dan mulus. Asal masih merasa nyaman, dapat dikatakan kulit ketiak sehat terlepas dari warna dan tekstur kulit. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat