Begini Proses Senam Hamil di RS Al-Irsyad Surabaya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sebanyak 10-15 orang berkumpul di Ruang Fisioterapi Perempuan RS Al-Irsyad Surabaya tiap Sabtu pagi pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Mereka berkumpul untuk melaksanakan agenda mingguan senam hamil yang diselenggarakan RS Al-Irsyad.

Sebelum memulai senam hamil, diadakan pemeriksaan tensi dan berat badan pada peserta yang hadir. Perempuan yang sudah tujuh tahun menjadi instruktur senam hamil di RS Al-Irsyad, Lailatus Sa‘ada’, Amd.Keb. ini menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi ibu hamil.

Oleh karena itu, dengan mengikuti senam hamil di RS Al-Irsyad, ibu bisa mendapat apa yang mungkin tidak didapat saat memeriksakan kandungan ke dokter. “Karena biasanya kalau periksa ke dokter tergesa-gesa,” kata perempuan yang akrab dengan sebutan bidan Lala. “Jadi, ikut kelas senam hamil sekaligus bisa sharing berbagai macam hal tentang kehamilan dari hasil pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan.” 

Ada banyak gerakan dari prenatal yoga yang biasa digunakan dalam senam hamil di RS Al-Irsyad, namun, Lala biasanya memperkenankan peserta Kelas ingin gerakan yang diperuntukkan untuk optimalisasi posisi janin dari posisi apa, seperti misalnya posisi sungsang atau lintang.

“Setiap ibu yang senam hamil akan mendapat kartu yoga untuk memilih sekuens apa yang dilakukan pada pertemuan saat itu. Ini yang membuat peserta senam hamil tidak merasa bosan dengan pose-pose yang digunakan,” jelas Lala.

Setelah menentukan sekuens, para ibu peserta senam hamil mengambil posisi sukasana, yang berarti posisi duduk pertama saat yoga yang kemudian disusul beberapa menit melakukan latihan pernapasan atau pranayama dan meditasi.

Pernapasan yang tepat merupakan bagian penting dari pengalaman kehamilan positif. Teknik pernapasan yang tepat membantu mengalihkan pikiran dari ketidaknyamanan dan mengajarkan untuk bernapas dalam-dalam untuk mengelola sesak napas. Sehingga ketika siap untuk melahirkan, fokus pada napas akan membantu untuk manajemen rasa sakit selama kontraksi selama proses persalinan.

Setelah meditasi dan telah memfokuskan diri para peserta senam hamil agar tidak terjadi cidera (berkonsentrasi), maka selanjutnya dilanjutkan dengan melakukan pemanasan agar tubuh tidak kaku. Barulah kemudian masuk ke bagian inti dengan melakukan berbagai asana atau pose.

Dengan melakukan asana, maka akan dapat membantu ibu dalam membangun kekuatan dan stamina, serta meningkatkan sirkulasi. Salah satu asana yang biasa digunakan dalam senam hamil RS Al-Irsyad ini ialah berdiri seperti Virabhadrasana II (Warrior II Pose).

Pose ini disebut dapat meningkatkan kekuatan kaki dan menghasilkan keberanian serta kepercayaan diri ibu. Selain itu, ada duduk Baddha Konasana (Bound Angle Pose), dengan telapak kaki saling menempel dan lutut bergerak menjauh dari satu sama lain, dan melakukan squats yang dimodifikasi, sehingga membantu meningkatkan sirkulasi darah ke panggul dan membantu ibu terbiasa dengan perasaan membuka.

Selain pose untuk tujuan umum kehamilan, terdapat pula pose untuk pengoptimalan posisi janin yang biasa dilakukan dalam senam hamil RS Al-Irsyad, seperti Sukhasana Badhangulyasana, Dandasana (Seated Staff Pose), Bilikasana (Cat Cow Pose), dan Adhomukhasvanasana (Downfart Facing Dog). “Serangkaian pose itu diperuntukkan janin yang masih dalam posisi sungsang dan lintang,” imbuh Lala.

Selanjutnya, setelah selesai, peserta akan diajak untuk berelaksasi. Proses ini dilakukan dengan berbaring untuk membantu ibu hamil rileks, menjadi lebih sadar diri, dan mempromosikan ketenangan. “Lampu ruangan akan dipadamkan, dan akan diberi waktu sejenak bagi para peserta untuk tidur setelah melakukan berbagai asana yang melelahkan,” ungkap Lala.

Lalu, kegiatan senam hamil ditutup dengan pemeriksaan akhir yakni pemeriksaan fisik untuk mengetahui posisi janin para ibu apakah sudah normal.

Optimalisasi Posisi Janin

Optimalisasi posisi janin yang dimaksud ialah dengan mengupayakan posisi normal, yakni saat kepala janin turun ke dalam panggul, sehingga akan mempermudah proses persalinan. Pada trimestrer ketiga akhir, seharusnya kepala janin sudah masuk panggul. “Jadi, maksimal usia 32 minggu, letak kepala bayi sudah harus berada di bawah,” ungkap Lala. 

Kunci dari upaya optimalisasi posisi jani ini, disebut Lala ada dua. Yang pertama ialah dengan melakukan prenatal yoga. Selain itu, bisa juga dengan afirmasi.

“Jadi cara ini mengajak bicara bayi untuk mengubah posisi. ‘Adik, bantu mama dong, putar kepalmu ke arah bawah,’ itu termasuk afirmasi yang bagus selain melakukan prenatal yoga,” papar Lala. “Kuncinya ada dua itu,” tandasnya.

Relaksasi, peregangan, dan penguatan akan membantu ibu lebih siap menghadapi proses persalinan. Seorang ibu hamil mungkin mengalami ketidakseimbangan yang dapat mengakibatkan nyeri punggung dan leher kaku. 

Peregangan lembut dengan sedikit penekanan pada keseimbangan otot dan fleksibilitas akan membantu meringankan ketidaknyamanan dan membantu mengendurkan otot selama kehamilan dan persalinan. Pada saat yang sama, yoga juga membangun kesadaran diri, disiplin diri, dan mempromosikan ketenangan batin karena saat yoga mengajarkan untuk fokus.

Proses kelahiran adalah pekerjaan yang terbuat dari otot-otot, keringat, darah, dan cinta. Dengan melatih tubuh, pikiran, dan jiwa, yoga dapat membantu ibu hadir untuk keajaiban kelahiran. Mengikuti kelas prenatal gentle yoga adalah cara terbaik agar dapat menikmati masa kehamilan dengan nyaman bahkan, mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk proses persalinan yang lancar dan nyaman.

Di RS Al-Irsyad, prenatal yoga dapat ditemui dalam kelas senam hamil dengan dipandu oleh instruktur yang berkualifikasi. Ibu juga akan merasakan berada dalam lingkungan yang mendukung, sehingga saling menguatkan antara ibu hamil satu dengan yang lainnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat