Begini Pertolongan Pertama Jika Anak Tersedak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Bayi usia di bawah lima tahun belum sempurna dalam menelan sehingga rentan tersedak. Ketika anak tersedak, maka orang tua jangan langsung panik, tetapi segeralah lakukan pertolongan pertama.

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, tulisan yang ditulis oleh DR. Dr. Dadang Hudaya Somasetia,Sp.A(K). M.Kes memaparkan tersedak adalah gangguan berupa sumbatan jalan napas dan berpotensi menimbulkan kematian bila tak segera ditangani.

Kondisi pada bayi maupun anak dapat terjadi ketika makan atau bermain karena terkadang mereka suka memasukkan benda asing ke dalam mulut. Sehingga, kerap terjadi kasus tersedak.

Tersedak dapat dilihat dari gangguan napas tiba-tiba dengan batuk dan sulit bicara. Kemudian amati keparahan sumbatan jalan napas dengan menilai apakah korban bisa batuk dengan efektif. Artinya, batuk keras tanpa disertai kesulitan bernapas dan responsif, karena anak yang batuk efektif juga bisa merespons pertanyaan dengan tangisan atau jawaban verbal.

Dokter Spesialis Anak di RS Al Irsyad Surabaya, dr. Ahamd Assegaf, Sp. A juga menjelaskan bahwa jika bayi tersedak, tidak bisa batuk efektif dan masih sadar penuh, maka pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah 5 hentakan (back blow) dengan cukup kuat menggunakan pangkal telapak tangan di punggung antara dua tulang belikat.

“Sebaiknya posisikan bayi telungkup dengan kepala lebih rendah dan orangtua bisa berlutut atau duduk di kursi sehingga dapat menopang bayi di pangkuannya dengan aman,” tuturnya.

Bila usia bayi di bawah 1 tahun, lanjutnya, maka sebaiknya topang kepala dengan ibu jari di satu sisi rahang dan yang lain menggunakan satu atau dua jari tangan yang sama tanpa menekan jaringan lunak di bawah rahang.

Akan tetapi, bila maneuver back blow itu gagal, maka yang dapat dilakukan adalah 5 hentakan dada (chest thrust) pada bayi. Posisikan bayi telentang dengan kepala lebih rendah mengarah ke bawah. Supaya lebih aman, sebaiknya letakan punggung bayi di lengan yang bebas dan menopang ubun – ubun dengan tangan, kemudian topang lengan dengan paha.

Identifikasi lokasi chest thrust di tengah-tengah tulang dada, lakukan entakan dengan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah). Jika benda asing belum keluar, ulangi tindakan dari awal.

Menurut dr. Ahmad, pada anak usia di atas 1 tahun, untuk mengeluarkan benda asing bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich. Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya.

“Tangan ibu, atau yang menolong sebaiknya dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita. Raih kepalan tangan dengan tangan lainnya dan entakan ke arah atas dan belakang tubuh penderita sebanyak 5 kali,” jelasnya.

Bila korban mengalami sumbatan jalan nafas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar, dan segera memanggil layanan gawat darurat. Bantuan hidup dasar versi CAB (kompresi dada, jalan nafas, bantuan nafas) dilakuakan dengan memberikan kompresi dada sebanyak 30 kali tanpa perlu memeriksa nadi, dilanjutkan dengan pemberian 2 kali bantuan nafas, dilakukan sebanyak 5 siklus (2 menit). Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, oleh sebab itu, sebelum terlambat maka orangtua perlu memahami pertolongan pertama yang tepat bila si kecil alami tersedak.

Selain itu, apabila tak ingin bayi atau anak mengalami tersedak maka sebaiknya memotong makanan menjadi bagian yang kecil, memasak makanan yang keras sampai lunak, mengawasi anak saat makan, menghindarkan benda kecil dari jangkauan anak, membuang mainan yang rusak, dan memberikan mainan pada anak sesuai dengan usia yang direkomendasikan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat