Begini Pembagian Porsi Makan Tepat Saat Ramadan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Ketika Ramadan, porsi makan orang-orang cenderung berubah. Setelah menahan lapar seharian, sebagian mereka akan ‘membalas dendam’. Namun, hal ini sebenarnya salah. Karenanya, perlu bagi kita untuk tahu bagaimana membagi porsi makan yang tepat.

Puasa memiliki beragam manfaat. Tak hanya memberi kesempatan saluran cerna untuk istirahat dan memperbaiki proses regenerasi saluran cerna, puasa bisa membantu seseorang menurunkan berat badan.

“Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, puasa bisa membantu. Selain itu, tekanan darah, kadar lipid darah (kolesterol), kadar gula juga bisa turun. Karena, pada saat puasa, makan menjadi lebih teratur, sehingga tidak berlebihan. Kalau hari biasa kadang makan berlebihan, sehingga ada proses oksidasi yang meningkatkan hal-hal tadi,” jelas pakar gizi, dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, dalam okezone.

Meski demikian, efek negatif saat puasa pun juga ada. Dikatakan oleh dokter Fiastuti, status hidrasi menurun saat puasa. Ini membuat risiko dehidrasi dan infeksi kerongkongan meningkat. Selain itu, puasa juga menyebabkan rasa lapar dan haus, lesu, kurang tenaga, daya tahan tubuh menurun, konstipasi, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, agar kesehatan tetap terjaga saat puasa, asupan nutrisi penting diperhatikan. Saat puasa, waktu makan minum terbagi menjadi tiga waktu. Yakni, saat berbuka, setelah tarawih, dan saat sahur. Berikut adalah skema makan yang disarankan olehnya agar kesehatan tetap terjaga saat puasa.

  1. Sahur memakan porsi 40% dari jumlah kalori harian. Pembagiannya adalah makan besar 30% dan makan kecil tepat sebelum imsak 10%. Konsumsilah komposisi lengkap yaitu diet seimbang seperti karbohidrat lengkap (nasi/roti/kentang/bihun), protein hewani (ikan/ayam/telur/daging), protein nabati (tahu/tempe), lemak, serta sayur dan buah. Selain itu minumlah air mineral minimal 2-3 gelas dan susu 1 gelas. Hindari minuman manis karena dapat meningkatkan risiko lapar.
  2. Berbuka puasa memakan porsi 50% dari jumlah kalori harian yang terbagi atas 10% makanan manis, 30% makanan lengkap, dan 10% makanan kecil. Awali buka puasa dengan makanan manis agar cepat menggantikan kadar gula darah yang sudah turun. Usahakan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh. Selain itu hindari minuman yang terlalu dingin karena bisa meningkatkan risiko infeksi tenggorokan. Teh manis, kurma, kolak, dan koktail buah bisa dijadikan pilihan. Setelah itu pilihlah makanan yang seimbang dan minum paling tidak 3-4 gelas.
  3. Setelah tarawih porsinya hanya 10% di mana diisi oleh makanan ringan. Jangan lupa untuk minum 1-2 gelas. Hindari konsumsi makanan berat karena dapat membuat saluran cerna bekerja lebih ekstra yang bisa mengganggu kenyamanan tidur atau bahkan menambah berat badan.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat