Begini Keadaan Tubuh Seseorang yang Terinfeksi Virus Corona

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Selama ini kita telah mengetahui, bahwa secara umum, gejala yang ditunjukkan oleh infeksi virus corona di antaranya seperti batuk, demam, sakit tenggorokan, hingga masalah pernapasan untuk kondisi yang terhitung mulai parah. Namun setelah itu, apa yang dilakukan virus ini ketika telah masuk ke dalam tubuh manusia?

Virus corona kini tercatat tengah menginfeksi sebanyak 153.517 orang di 81 negara di dunia. Angka ini didapat hanya dalam waktu kurang dari 100 hari sejak pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Cina, akhir Desember 2019. Di Indonesia sendiri, virus ini telah menjangkiti lebih dari 100 orang.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada virus ini saat sudah masuk dalam tubuh, bahkan hingga menyebabkan kematian pada orang yang terinfeksi? Melansir The New York Times (12/3), para ahli kesehatan dan peneliti telah berhasil mempelajari tentang virus yang menyebabkan COVID-19 ini.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dipelajari, salah satunya adalah bagaimana virus ini menginfeksi. Seperti yang telah kita ketahui, virus ini menyebar melalui droplets atau cairan yang berasal dari tubuh seseorang melalui batuk atau bersin.

Cairan yang di dalamnya terkandung virus itu kemudian terlempar ke udara dan bisa langsung masuk ke tubuh orang lain apabila tengah dalam posisi berdekatan. Jika tidak, virus akan menempel di benda-benda sekitar yang pernah dilalui oleh penderita, yang kita tidak pernah tahu siapa saja kah mereka.

Dari sana, tangan orang yang masih sehat bisa saja menyentuh benda-benda itu dan secara tidak sadar memasukkan virus itu ke dalam tubuh melalui sentuhan yang dibuatnya sendiri ke mulut, hidung, atau matanya. Partikel virus ini kemudian bergerak dengan cepat ke bagian belakang saluran hidung dan membran mukosa di belakang tenggorokan.


Yang terjadi selanjutnya adalah virus menempel pada bagian reseptor di sel-sel, dan segalanya bermula di sini. Virus corona memiliki permukaan berupa protein yang berujung runcing. Bagian runcing ini akan dengan mudah menempel atau mengait pada sel membran dan memungkinkan material genetik virus masuk dalam sel tubuh manusia.

Saat Terjadi Gejala Batuk hingga Masalah Pernapasan

Selanjutnya, material genetik itu akan membajak metabolisme sel dan menyebabkan sel tersebut tidak berfungsi normal, dan justru malah bekerja memperbanyak virus.

“Virus membajak metabolisme sel dan seperti mengatakan ‘Jangan lakukan fungsimu. Fungsimu sekarang adalah membantuku menjadi berlipat ganda dan membuat virus’,” ujar dokter Spesialis Penyakit Menular di University Medical Center di Nashville, dr. William Schaffner mengilustrasikan apa yang dikerjakan virus dalam tubuh manusia.

Setelah virus berlipat ganda, mereka menyebar dan menginfeksi sel-sel yang ada di sekitarnya. Gejalanya dimulai dari bagian belakang tenggorokan, orang yang terinfeksi akan mengalami sakit tenggorokan dan batuk kering. Virus-virus itu kemudian menular dengan sangat cepat ke bagian bawah tubuh hingga mencapai tabung bronkial.

Ketika virus telah mencapai paru-paru, membran-membran mukosa jadi terinfeksi. Akibatnya, alveoli atau lung sacs harus bekerja lebih keras untuk menjalankan fungsinya menyuplai oksigen ke darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh dan menghapus karbon dioksida dari darah sehingga dapat dihembuskan ke luar.

“Jika terdapat pembengkakan di sana, itu akan membuat oksigen lebih sulit bergerak melintasi membran mukosa,” ujar Chief Clinical Officer Providence Helath System, dr. Amy Compton-Phillips seperti melansir Kompas.

Pembengkakan dan gangguan aliran oksigen dapat menyebabkan area di paru-paru penuh dengan cairan, nanah, dan sel mati. Pada titik itu, infeksi paru yang disebut sebagai pneumonia pun bisa terjadi.

Penjelasan pada Gejala Lain

Namun, paru-paru bukan menjadi satu-satunya organ vital yang terganggu akibat virus corona ini. Dr. Compton-Phillips sudah menyebut infeksi ini bisa tersebar melalui membran mukosa, hidung, hingga turun ke rektum (dubur).

Sehingga, ketika virus tidak terdeteksi ada di paru-paru, sebenarnya dia mungkin saja sudah menginfeksi sel-sel yang ada di sistem gastrointestinal. Ini mengapa, terkadang ada pasien infeksi yang menunjukkan gejala diare dan gangguan pencernaan.

Sementara itu, dr. Schaffner mengatakan virus corona baru ini bisa masuk ke dalam aliran darah. Ini sudah pernah ditemukan dalam beberapa kasus infeksi yang diteliti. “Virus itu benar-benar akan sampai di organ-organ vital seperti jantung, ginjal, hati, dan bisa menyebabkan kerusakan langsung pada organ tersebut,” kata dia.

Ketika seseorang terinfeksi virus corona ini, sistem kekebalan tubuh akan fokus untuk melawan virus yang ada. Di saat bersamaan, virus itu telah membuat kerusakan pada organ-organ yang ditempelinya. Tidak hanya itu, sumsum tulang dan organ hati juga bisa turut terinfeksi sebagaimana disebutkan Ketua bidang penyakit menular di Providence Regional Medical Center, dr. George Diaz.

Meski sudah diungkapkan bahwa COVID-19 menyerupai SARS dalam banyak hal dan memiliki unsur-unsur yang sama dengan influenza dan pneumonia, perjalanan virus corona belum sepenuhnya dipahami. Masih ada banyak hal yang belum diketahui ilmuwan tentang virus ini.

Dr. George Diaz, pemimpin bagian untuk penyakit menular di Providence Regional Medical Center di Everett, Washington mengatakan, beberapa pasien dapat tetap stabil selama lebih dari seminggu dan kemudian tiba-tiba terserang pneumonia. “Beberapa pasien tampaknya pulih tetapi kemudian bisa mengalami gejala lagi,” tuturnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat