Begini Etika Menjenguk Orang Sakit di RS

Rs-alirsyadsurabaya.co.id- Salah satu kewajiban seorang muslim dengan muslim lainnya adalah menjenguknya saat sakit. Selain menguatkan ukhuwah, menjenguk orang sakit ternyata dapat memberi kita tempat di surgaNya Meski demikian, ada etika yang perlu diketahui penjenguk. Tulisan ini menjelaskannya.

Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim yang berbunyi, “Sesungguhnya, apabila seorang muslim menjenguk orang muslim lainnya, maka ia sedang berada dalam khurfatul jannah.”

Sebelum berkunjung untuk menjenguk ke rumah sakit, ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Berikut adalah etika-etika yang harus diperhatikan saat menjenguk di rumah sakit, dikutip dari detik.

Sebelum Menjenguk, Pastikan Kondisi Anda Sehat

Para pasien yang berobat di rumah sakit memiliki imunitas yang lemah. Bisa saja, bakteri yang lemah sekalipun semakin membuat daya tahan mereka turun. Jika Anda sedang dalam kondisi flu, alergi, ataupun lainnya, lebih baik Anda tidak menjenguk seseorang dahulu di rumah sakit.

“Kamu tidak bisa melihat kuman yang kamu bawa atau keluarkan dari kamar rumah sakit,” kata Anna Renault, Dewan Penasihat Pasien dan Keluarga untuk Kualitas dan Keamanan, Amerika Serikat.

Jangan Sembarangan Membawa Bunga atau Makanan

Ketika menjenguk di rumah sakit, beberapa orang akan terpikir untuk membawa buah tangan berupa bunga segar ataupun makanan. Sebelum membelinya, pastikan orang yang menjenguk bersedia dibawakan barang tersebut.

“Bunga segar, tanaman, dan buah-buahan dapat membawa spora jamur yang dapat menginfeksi pasien yang sakit. Panggil petugas rumah sakit dahulu untuk meminta pendapat, apa yang boleh dibawakan untuk pasien,” jelas Rebecca Lee, perawat kenamaan di Amerika Serikat.

Sama halnya dengan makanan, dokter bisa kesulitan mengecek gula darah pasien. Apalagi, jika pasien tersebut sering makan makanan yang dibawa oleh orang-orang yang berkunjung.

Jangan Ceritakan Hal-hal Buruk

Menceritakan hal buruk kepada orang yang dijenguk bukan hal yang tepat dilakukan. Ini bisa membuat pasien semakin kepikiran akan hal itu. Lebih baik ceritakan hal-hal yang membuatnya senang seperti wisata, hobi, makanan, dan lain-lain.

“Tidak ada yang dapat mereka lakukan tentang hal-hal ini dari tempat tidur mereka. Dan itu hanya akan membuat mereka merasa lebih tidak berdaya dan kesal,” tambah Carole Lieberman, MD, seorang ahli kejiwaan ternama.

Berkunjung Secukupnya

Orang sakit lebih banyak membutuhkan waktu untuk beristirahat. Memang, mereka juga membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Tapi, tidak bisa jadi alasan untuk menjenguk mereka berlama-lama.

“Waktu mereka harus istirahat sangat penting untuk memulihkan mereka. Usahakan waktu kunjunganmu dan kelompok yang minim saja,” jelas Lee.

Hormati juga Pasien Lain yang Sekamar

Tidak selalu, orang-orang yang berobat di rumah sakit memilih sebuah kamar pribadi untuk berobat. Beberapa dari mereka justru berada dalam satu kamar dengan pasien lainnya. Karena itu, ketika menjenguk jangan lupakan bahwa di sampingnya juga ada pasien lain yang membutuhkan istirahat.

“Jika kamu mengunjungi orang yang dicinta, harap hormati teman sekamar. Pastikan tidak berisik. Dan perhatikan bahwa teman sekamarnya juga adalah seorang pasien,” tegas Jennifer Caudle, DO, asisten profesor Rowan University School of Osteophatic Medicine.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat