Begini Efek Samping yang Dapat Diderita Ketika Kelebihan Konsumsi Vitamin

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Konsumsi vitamin dianjurkan untuk pasien COVID-19 dalam membantu proses penyembuhan. Akan tetapi, terlalu banyak konsumsi vitamin khususnya dalam bentuk suplemen ternyata bisa menimbulkan berbagai efek samping pada kesehatan.

Vitamin termasuk makronutrien atau nutrisi yang hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Konsumsi vitamin pada orang sehat dan orang yang sedang sakit tidak bisa disamakan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Ariska Sinaga menyampaikan bahwa pada orang sakit, seperti pasien COVID-19, asupan vitamin dibutuhkan untuk mendukung sistem imunnya.

Berikut sejumlah efek samping kelebihan konsumsi vitamin berdasarkan jenisnya.

Vitamin C

Pada orang yang sakit, konsumsi vitamin C bisa lebih tinggi hingga 2.000 miligram per hari, yang dalam kondisi normal hanya dibutuhkan sebanyak 90 miligram sehari untuk laki-laki dan perempuan 75 miligram perhari.

Tentunya pemberian vitamin C yang tinggi ini harus diawasi oleh dokter karena dikhawatirkan timbul efek samping. Konsumsi vitamin C lebih dari 2000 miligram sehari bisa mengakibatkan efek samping pada saluran cerna seperti mual, muntah, peningkatan asam lambung, diare, hingga berisiko pembentukan batu ginjal.

Vitamin E

Rata-rata kebutuhan vitamin E hanya 15 miligram (22,4 IU) per hari. Kebutuhan harian vitamin E sebenarnya bisa terkejar dengan konsumsi sayur, buah, daging, bahkan telur. Sedangkan dalam kondisi sakit, vitamin E bisa diberikan hingga 200-400 miligram.

Terlalu banyak konsumsi vitamin E bisa menyebabkan pengenceran darah. Pada pasien COVID-19 pemberian vitamin E tidak selalu disarankan karena bisa berakibat perdarahan, sehingga harus sesuai dengan anjuran dokter.

Vitamin D

Melansir CNN, kebutuhan harian vitamin D pun sebetulnya cukup kecil, hanya 400-800 International unit atau IU sehari. Namun, konsumsi vitamin D pada orang sakit bisa mencapai 1.000-4.000 IU sehari, tergantung derajat keparahan pasien.

Konsumsi vitamin D lebih dari 4.000 IU dikhawatirkan menimbulkan efek samping, berupa mual, muntah, pusing, lemas, hingga gangguan fungsi liver. Maka dari itu, pemberian vitamin D dengan dosis tinggi harus sesuai dengan saran dokter.

Terlalu banyak vitamin D pada darah bisa mengintervensi metabolisme kalsium, akhirnya membuat kadar kalsium di darah tinggi, menyebabkan mual, muntah, pusing, lemas, gagal ginjal, dan meningkatnya fungsi liver.

Vitamin B

Kebutuhan vitamin B sejatinya hanya 0.024 miligram per hari. Konsumsi vitamin B berlebihan dapat mengakibatkan efek samping berupa sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, detak jantung tidak beraturan, rendahnya kadar kalium, hingga gagal jantung kongestif.

Konsumsi vitamin memang tak selalu dibutuhkan. Hanya dengan makan makanan bergizi, perbanyak sayuran, buah, dan protein sudah bisa mencukupi kebutuhan vitamin harian. Pada orang yang sakit, konsumsi vitamin sebaiknya di bawah anjuran dokter agar tak terjadi efek samping atau interaksi obat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat