Begini Bahaya Menyimpan Obat di Sembarang Tempat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Seringkali, orang-orang menyimpan obat di sembarang tempat, sayangnya hal ini salah kaprah. Obat tidak boleh di sembarang tempat, harus disimpan secara tepat agar aman bila dikonsumsi.

Penyimpanan obat yang salah akan menimbulkan atau memicu obat menjadi cepat rusak dan tak layak lagi bila dikonsumsi. Selain itu, manfaat dari obat juga akan berkurang.

Mengutip dari Detik.com, manfaat obat masih dijamin produsen hingga batas masa pakai. Tanggal kadaluwarsa merupakan batas terakhir obat dalam kemasan asli, yang belum dibuka dan disimpan sesuai anjuran dalam kemasan.

Jika telah dibuka, ada kemungkinan zat aktif menjadi tidak stabil atau terkontaminasi kuman. Karena itu, beberapa jenis obat yang telah dibuka sebaiknya digunakan sebelum tanggal kadaluwarsa. 

Obat yang sudah tidak layak dikonsumsi bisa dilihat secara fisik, selain tanggal kedaluwarsanya. Mengetahui obat yang sudah rusak, biasanya dapat dikenali melalui aromanya. 

“Sudah berbau tak enak. Dari tampilannya, ada titik-titik hitam lalu bentuknya pecah dan lembab. Kalau pada kapsul, biasanya sudah lengket dan kempot. Pada jenis salep, teksturnya sudah terpisah,” ungkap Wakil Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia, Dra. R. Dettie Yuliati M.Si., Apt dilansir dari viva.co.id.

Jika sudah mengenali tanda-tanda obatt yang tak layak dikonsumis tersebut, Dettie juga menyarankan agar segera membuang obat tersebut, tetapi jangan membuang sembarangan, ada aturannya dalam membuang obat. Sebab, jika sembarangan membuang obat akan berisiko didaur ulang oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

“Ketika membuang obat, pastikan semua label dihilangkan dari wadah. Untuk obat cair, buang isinya sampai habis. Tutup dan badannya dibuang di tempat terpisah dan di hari yang beda untuk mencegah didaur ulang,” imbuh Dettie.

Obat yang dibuang begitu saja ke tempat sampah juga bisa merusak lingkungan atau membahayakan binatang peliharaan yang mengorek tempat sampah.

Mengenai jenis obat kapsul, sebaiknya tidak dibuang ke dalam plastik sampah. Dettie menyarankan agar dibuang ke tanah atau ditanam dengan dibungkus plastik atau bisa ditumbuk sampai tercampur. Untuk obat dalam sediaan cair seperti sirup, buang isinya ke saluran air.

“Vitamin yang sudah berbau atau kapsul, keluarkan isi kapsul lalu taruh dalam plastik. Selanjutnya ditanam ke tanah lalu siram,” paparnya.

Untuk obat antibiotik, menurut Detti, seharusnya tidak ada sisa di rumah karena obat jenis ini harus dikonsumsi sampai habis. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat