Beberapa Kota/Kabupaten di Jatim PSBB, Ketahui Hal Ini Sebelum Pakaikan Masker pada Anak

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari tiga Kabupaten/Kota di Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya, serta beberapa kecamatan di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik telah disetujui Kemenkes sejak Selasa (21/4) lalu. Untuk itu, rekomendasi penggunaan masker kain pun tak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga penting bagi anak-anak.

Kasus COVID-19 di 3 Kabupaen/Kota di Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya, serta beberapa kecamatan di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik telah terjadi peningkatan dan penyebaran kasus yang signifikan. Oleh sebab itu, PSBB sudah harus ditetapkan dalam rangka percepatan penanganan COVID -19.

Keputusan tersebut ditetapkan Menkes tanggal 21 April 2020 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/264/2020. PSBB tersebut ditetapkan setelah dilakukan proses kajian epidemologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya oleh tim teknis.

Untuk itu, tidak hanya orang dewasa, anak-anakpun bisa mengalami infeksi virus korona baru ini, dan menyebarkannya. Sehingga anak sudah seharusnya tak lepas dari rekomendasi untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pun merekomendasikan anak-anak berusia di atas dua tahun untuk mengenakan masker dan jika anak pergi ke luar, cara inilah yang dapat membantu melindungi mereka dan membantu mencegah penyebaran virus korona.

“Kami sampai pada titik bahwa kami ingin semua orang memakai masker ketika pergi ke luar, terutama jika mereka akan berada dalam pengaturan yang tidak boleh lebih dari dua meter terpisah dari yang lain,” kata Roberto Posada, MD, seorang Dokter Penyakit Menular Anak di Mount Sinai, seperti dilansir dari laman Insider.

Hal tersebut karena virus korona menyebar terutama melalui droplet pernapasan ketika batuk atau bersin, atau hanya dari berbicara dengan seseorang. Jika mulut dan hidung tertutup, maka bisa mencegah droplet ini mendarat pada orang lain, atau droplet orang lain memasuki mulut atau hidung kita sendiri.

Anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh memakai masker karena ada risiko lebih tinggi tersedak, tercekik, dan mati lemas. “Lebih sulit bernapas melalui masker, terutama bagi anak-anak kecil yang memiliki sedikit saluran udara,” kata Judy Schaechter, MD, ketua Departemen Pediatrik University of Miami Health System.

Jika anak berusia di bawah dua tahun, ada sedikit alasan untuk mendekatkan mereka dengan orang lain dan mengabaikan jarak fisik.Faktanya, sebuah penelitian terhadap 2.500 anak-anak dengan COVID-19 menemukan, bahwa bayi lebih mungkin dirawat di rumah sakit daripada anak-anak lain karena sistem kekebalan mereka belum sepenuhnya berkembang.

Namun, jika tidak dapat meninggalkan bayi di rumah, Rumah Sakit Anak Nationwide merekomendasikan untuk menutupi gendongan bayi, seperti kereta dorong atau gendongan bayi dengan selimut.

Selimut dapat memberikan perlindungan dari patogen potensial sambil membiarkan bayi

bernapas dengan nyaman. Meski begitu, orang tua yang harus pergi ke publik dengan anak-anak harus menjaga perjalanan mereka sesingkat mungkin dan menjaga jarak sosial sejauh enam kaki.

Masker yang Direkomendasikan

Sedangkan masker yang harus digunakan anak-anak, CDC merekomendasikan masker kain untuk anak-anak di atas usia dua tahun, yang dapat dibuat di rumah, dan bahkan mungkin kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak-anak Anda.

Perlu diingat, bahwa masker yang digunakan adalah masker yang baru dicuci setiap hari atau setiap kali mereka harus pergi.

Untuk mendorong seorang anak untuk mengenakan masker, dapat dilakukan dengan cara-cara kreatif untuk membujuknya seperti menjadikan itu permainan, atau semacam pahlawan super.

Pastikan pengunaannya tidak mengarah pada kemungkinan kontaminasi yang lebih tinggi, karena seperti halnya orang dewasa, anak-anak terus-menerus menyentuh wajah mereka.

“Masker mungkin merangsang mereka untuk melakukan hal itu lebih banyak lagi, yang tidak akan memberikan perlindungan, tetapi justru dapat meningkatkan risiko infeksi pada hidung, mulut, dan mata,” kata Schaechter.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri melalui pernyataan dalam laman resminya, menanggapi penggunaan masker pada anak harus diperhatikan ukuran dan cara penggunaan yang tepat sehingga penggunaannya menjadi efektif. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat