Bantu Kurangi Rasa Ingin Merokok dengan 30 Menit Olahraga

rsalirsyad.co.id – Tak jarang kecanduan merokok berujung kematian. Berolahraga selama 30 menit menjadi alternatif bagi para pecandu untuk kurangi rasa ingin merokok. Dalam rangka Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September ini, RS Al Irsyad mengajak semua masyarakat khususnya perokok agar aktif berolahraga demi menekan rasa ingin merokok.

Penelitian ini dibuktikan oleh ilmuwan dari George Washington University School of Public Health and Health Services (SPHHS). Mereka membuktikan bahwa aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan fisik jika dilakukan dapat mengurangi kecenderungan untuk merokok, khususnya untuk remaja. Cukup dengan waktu 30 menit berolahraga dapat meningkatkan kemungkinan untuk melupakan kebiasaan merokok.

Hasil studi tersebut mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa remaja yang mengikuti program latihan fisik berkesempatan lebih besar untuk tidak merokok. “Latihan fisik rutin selama 30 menit, termasuk jalan kaki selama 20 menit, lebih efektif dibanding penolakan merokok oleh teman satu geng,” kata peneliti SPHHS, Kimberly Horn.

Riset ini mengambil sampel dengan melibatkan 233 responden dari 19 sekolah di West Virginia, Amerika Serikat yang mana daerah tersebut memiliki jumlah perokok terbanyak. Dilansir dari data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hampir 13 persen penduduk daerah tersebut memiliki perokok di bawah usia 18 tahun. Rata-rata perokok tersebut dapat menghisap setengah bungkus per hari atau satu bungkus pada akhir pekan.

Saat penelitian dilangsungkan, beberapa responden mengikuti kegiatan untuk berhenti merokok, dikombinasikan dengan kegiatan fisik. Yang lainnya juga dikombinasikan dengan ceramah singkat.

Usai penelitian, hasilnyapun mengejutkan. Remaja dengan aktivitas fisik teratur terbukti lebih mampu mengurangi kebiasaan merokoknya. Semakin hari mereka diminta menambah intensitas latihan. Hingga dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa latihan fisik selama 20-30 menit per hari menjadi waktu paling efektif untuk mengurangi kecanduan rokok.

Sementara itu, dalam berolahraga mereka juga merasakan sesak yang membuatnya tak nyaman. Rasa sesak ini akhirnya mendorong mereka untuk mengurangi konsumsi rokok. Semakin kurang kecanduan mereka, rasa lega saat bernafas semakin membuncah.

Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan. Ini untuk melihat hubungan biologis dan kimiawi antara latihan fisik dan pengurangan kecanduan rokok. Selain itu, hal ini dilakukan juga untuk melihat apakah hal demikian dapat diterapkan di negara lain dengan perlakuan yang berbeda sesuai tingkat umur. “Namun, kami yakin studi ini bisa digunakan untuk promosi gaya hidup sehat, yaitu berhenti merokok dan rajin berolahraga,” tutup Kimberly. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat