Mengupas Bahaya Sindrom Metabolik

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Stroke menjadi penyakit mengerikan yang berisiko diderita semua orang, khususnya pada orang dengan gaya hidup yang kurang sehat. Selain gaya hidup, risiko stroke juga dapat terjadi karena sindrom metabolik.

Sindrom ini adalah sekumpulan faktor risiko kesehatan yang dapat menyebabkan kematian. Sindrom ini dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit, seperti penyakit jantung koroner (PJK), stroke, diabetes, perlemakan hati, dan gangguan ginjal.

Sedangkan menurut Asosiasi Ahli Nutrisi Australia, sindrom metabolik adalah nama yang diberikan untuk sekelompok faktor risiko yang terkait dengan penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe ini meliputi obesitas, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin.

Dilansir dari kompas, umumnya ada lima ciri sindrom ini, yaitu tekanan darah tinggi (di atas 120/80), peningkatan kadar gula darah (melebihi 100gr/dL), lemak yang berkumpul di pinggang, rendahnya kolesterol baik, dan tingginya trigliserida (di atas 150mg/dL).

“Seseorang dikatakan mengalami sindrom metabolik ketika memiliki 3 dari 5 hal itu.” ujar dr. Sandi Perutama Gani, seorang pakar kesehatan dari Combiphar. Dengan ciri sindrom tersebut maka tidak salah jika ini dapat meningkatkan risiko komplikasi pada seseorang.

Dikatakan oleh dokter Sandi, ada tiga penyebab umum seseorang alami sindrom ini. Penyebab tersebut adalah gaya hidup, usia, dan genetik. Gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurang aktivitas fisik, makan dan minum yang tidak sehat, kurang istirahat, merokok, dan konsumsi alkohol berlebih inilah yang harus diubah.

“Hal ini memprihatinkan karena hanya 2 persen orang Indonesia memilih camilan sehat, dan hanya 5 persen orang Indonesia mengonsumsi buah dan sayur,” pungkasnya.

Di sisi lain, dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Adelaide menemukan bahwa perempuan hamil yang memiliki sindrom metabolik berisiko alami komplikasi hamil. Dalam penelitian yang didukung oleh Dewan Penelitian Kesehatan dan Medis Australia mendefinisikan sindrom ini sebagai sekelompok faktor risiko kardiovaskular.

“Lebih dari separuh perempuan yang mengalami sindrom metabolik pada awal kehamilan mengalami komplikasi. Sementara, sepertiga dari mereka yang tidak mengalami sindrom metabolik kemudian mengembangkan komplikasi kehamilan,” demikian terang dr. Jessica Grieger, salah satu peneliti tersebut dalam republika.

Untuk mengurangi risiko dan mencegah komplikasinya cukup mudah. Menurut dokter Sandi, Anda dapat menambah aktivitas fisik atau olahraga dan memperbaiki pola makan serta nutrisi.

“Ganti karbohidrat kompleks dengan makanan berserat tinggi. Setiap hari juga usahakan berolahraga 30 menit. Dengan ini, kita bisa mengurangi risiko sindrom metabolik sebesar 17 persen,” pesannya.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat