Ini Bahaya Pernapasan Mulut pada Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Pernapasan mulut umum terjadi  pada orang yang mengalami hidung tersumbat. Jika dalam kondisi normal, hindarilah pernapasan mulut, karena ini berbahaya bagi kesehatan.

Ketika mengambil oksigen melalui hidung, maka oksigen akan melewati selaput lendir dan masuk ke dalam sinus, menghasilkan oksida nitrat yang dibutuhkan tubuh untuk semua otot polos, seperti jantung dan pembuluh darah. Namun, ketika tidak bernapas melalui hidung, maka darah tidak mendapatkan semua oksigen yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik.

Jika bernapas melalui mulut terbiasa dilakukan anak-anak, maka dapat mengembangkan cacat fisik dan memiliki kualitas kesehatan dan perilaku yang buruk. Anak-anak yang sering bernapas melalui mulut cepat merasa lelah, mudah marah dan tidak bisa berkonsentrasi di sekolah karena aliran oksigen yang masuk ke dalam darah lebih sedikit. Oleh karena itu, pertumbuhan anak dapat terhambat dan prestasi akademiknya bisa buruk.

Menurut laporan dr. Jefferson dalam jurnal General Dentistry, bernapas melalui mulut yang sering dialami anak-anak juga bisa mengubah bentuk wajah. Bila kebiasaan bernapas lewat mulut sudah parah, anak bisa mengalami sindrom wajah panjang (long face syndrome), yaitu wajah menjadi sempit dan fitur wajah menjadi tidak menarik.

Hal tersebut dikarenakan bernapas melalui mulut umumnya dilakukan dengan mulut terbuka, yang akan membuat pertumbuhan wajah lebih ke arah vertikal. Wajah terlihat memanjang dan tidak proporsional, dagu seolah memendek, rahang atas menyempit.

Selain itu, susunan gigi tidak teratur dan bibir tidak kompeten sehingga seseorang akan semakin sulit menutup mulut. Itulah mengapa pertumbuhan rahang yang tidak benar ini akan merusak wajah seiring anak semakin dewasa.

Selain itu, akibat sindrom ini juga dapat membuat amandel menjadi bengkak, dan udara yang masuk melalui mulut ini tidak disaring dengan baik seperti halnya udara yang melalui hidung, sehingga penderita lebih rentan terkena infeksi. 

Kebiasaan ini sebenarnya juga bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi lebih sering pada anak-anak. Banyak orang yang menganggap bahwa sindrom ini karena genetika, padahal bukan. Ini adalah karena kebiasaan bernapas lewat mulut.

Biasanya, penyebab pernapasan mulut pada anak-anak ini terjadi karena pembesaran amandel, atau bahkan kebiasaan mulut anak yang sering terbuka, terutama saat tidur di malam hari. Namun, terlepas dari penyebabnya, anak harus segera mendapatkan pertolongan dari dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda anak bernapas melalui mulut, agar anak dapat dirawat sedini mungkin. Kebiasaan bernafas melalui mulut ini biasanya disertai dengan kelainan cara bicara serta pola penelanan, yaitu anak menelan dengan mulut terbuka dan lidah berada di antara gigi.

“Ketika orang tua mendeteksi adanya kelainan pola pernapasan seperti ini, segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut agar segera mendapatkan penanganan,sehingga tidak terjadi komplikasi yg lebih parah,” jelas dr. Moch. Wachid, Sp.THT-KL, seorang dokter spesialis RS Al Irsyad Surabaya.(nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat