Bahaya Pemberian Makanan Padat pada Bayi

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Berita mengenai meninggalnya seorang bayi karena tersedak pisang menjadi ramai diperbincangkan. Para dokter dalam ahlinya pun memberikan pendapat akan bahaya pemberian makanan padat pada bayi.

Dokter Spesialis Anak, dr. Lucia N. Simbolon, MSc., Sp.A, mengungkapkan bahwa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi sebaiknya melalui rekomendasi dokter.

Sebab, MPASI memiliki aturan yang perlu konsultasi dari para ahlinya. Ada dua jenis MPASI yang bisa diberikan pada bayi menurut usia dan kebutuhannya. Yang pertama, MPASI cair yakni, susu formula, yang bisa diberikan pada bayi di bawah usia empat bulan dan MPASI padat (solid) yang diberikan pada bayi di atas empat bulan.

“Kalau misalnya memang ASI ibu tidak cukup, pasti dokter akan menyarankan (alternatifnya). Karena setiap bulan kan bayi akan ditimbang, kalau berat badannya tidak cukup, dokter akan menyarankan untuk diberi susu formula,” ujarnya.

Meski demikian, dr. Lucia tetap menyarankan agar melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini karena nutrisi yang paling tepat untuk bayi itu sebenarnya adalah ASI.

“Tapi lagi-lagi ini harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter ya. Karena nutrisi paling tepat untuk bayi sebenarnya ya ASI,” imbuh dokter dari RSAB Harapan Kita Jakarta ini.

dr. Lucia juga menjelaskan tentang bahaya MPASI bila tak diberikan pada waktu yang tepat. Ia menjelaskan bahwa pemberian makanan padat pada bayi di bawah usia empat bulan berbahaya bagi si kecil. Bayi belum dirancang untuk mengonsumsi sesuatu yang padat, sehingga ia akan mudah tersedak.

“Kalau bayi kan lehernya masih pendek, jadi gampang tersedak,” jelasnya dilansir dari Kompas.

Selain itu, bayi juga bisa menderita invaginasi pada usus. Hal ini terjadi karena usus pada bayi yang seharusnya masih mendapatkan MPASI cair, tiba-tiba harus mencerna makanan padat.

“Bisa invaginasi, yakni usus yang ada di bagian depannya masuk di usus bagian dalam. Jadi usus kayak selang yang terlipat,” tuturnya.

Bayi di bawah empat belum bisa memposisikan makanan yang diberikan ke bagian kanan dan kiri mulutnya dengan lidah, sehingga MPASI padat sangat tidak dianjurkan. “Kalau di usia empat bulan, kepala bayi sudah tegak, jadi dia sudah bisa untuk menelan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dr. Lucia menyarankan agar orang tua memahami betul informasi seputar pemberian MPASI untuk bayi. Ia pun menyarankan untuk calon orang tua agar mau secara aktif mencari informasi dari sumber-sumber yang kredibel.

“Ya harusnya tanya sama dokter sejak dalam kandungan. Dan sekarang kan banyak informasi dari internet atau buku, pilih yang sumbernya terpercaya. Dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga punya websitenya,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat