Bahaya Overthinking dapat Sebabkan Gangguan Pencernaan hingga Mental

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Berbagai persoalan yang datang pada seseorang terkadang membuat seseorang berpikir berlebihan. Berpikir berlebihan atau overthinking nyatanya dapat mengganggu kesehatan, mulai dari potensi gangguan pencernaan hingga mental.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Michigan, AS menemukan bahwa 52 persen dari orang berusia 45 hingga 55 tahun sering mengalami overthinking. Lalu, pada sekitar 73 persen orang dewasa di usia 25 hingga 35 tahun juga mengalami hal yang sama.

Padahal, dampak dari berpikir berlebihan ini dapat berakibat buruk, baik bagi mental maupun kesehatan tubuh secara umum.

“Perasaan atau insting kamu akan tenggelam, karena kamu memiliki begitu banyak pertimbangan lain yang kamu pikirkan. Dan kemungkinan pada akhirnya justru tidak mampu membuat pilihan yang tepat untuk dirimu pada saat itu,” kata Laura Price, asisten profesor klinis di departemen psikiatri NYU Langone Health, dikutip dari Forbes.

Di sisi lain, berpikir berlebihan juga dapat berdampak pada kesehatan lambung. Dalam penelitian berjudul ‘Effect of Coffee and Stress with Incidence of Gastritis’ yang dilakukan oleh Berta Yolanda Selviana, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung mengungkap, asam lambung dapat terpicu karena seseorang mengalami stres yang akut.

Karena hal ini, aktivitas lambung dapat terganggu dan dapat berpotensi menyebabkan kebocoran lambung.

Kemudian, selain dampak pada kesehatan pencernaan, berpikir berlebihan juga sangat berdampak terhadap kesehatan mental. Berikut adalah beberapa dampak buruk bagi mental jika seseorang mengalami overthinking, dilansir dari medcom.

Sukar Mengambil Tindakan

Berpikir berlebihan dapat membuat seseorang kesulitan mengambil tindakan. Dan hal ini pula dapat menghambat seseorang ketika mengambil keputusan. Ini disebut dengan lumpuh analisis.

“Anda bisa terjebak dalam konsekuensi potensial yang bahkan mungkin tidak terjadi. Hanya mengkhawatirkan hasil tertentu, dan itu dapat melumpuhkan atau membekukan kamu dari mengambil tindakan,” tutur Rajita Sinha, Direktur Yale Stress Center.

Energi Menurun

Meski overthinking terlihat tidak melibatkan aktivitas fisik, namun hal ini dapat membuat energi menurun. Otak akan dipaksa memikirkan banyak hal yang berbeda dan tidak mengarah pada sesuatu yang produktif.

Direktur Pusat Stres dan Kesehatan Mental di Stanford Health Care, David Spiegel mengungkap, ketika seseorang berpikir berlebihan dan stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Hormon yang berkaitan dengan stres ini dapat menyebabkan kelelahan.

Selera Makan Berubah

Jika tadi berpikir berlebihan dapat mengganggu lambung, maka dampak berikutnya juga dapat mengubah selera makan seseorang.       Sebagian orang ketika stres akan merasa pola makannya meningkat, sebagian pula merasa dapat menekan nafsu makan.

Spiegel menyebut ini sebagai ‘makan khawatir’. Orang-orang melakukannya karena dapat mendistraksi stres atau bahkan menenangkan. Pilihan makanan mereka pun cenderung mencari yang paling lezat dan umumnya tidak sehat.

Overthinking atau berpikir berlebihan nyatanya dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga mental. Jika sudah demikian, maka seseorang akan kesulitan dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat