Asap rokok pasif atau second-hand smoke adalah asap yang dihasilkan dari ujung rokok yang terbakar dan asap yang dihembuskan oleh perokok. Ini berarti siapa pun yang berada di sekitar perokok, baik mereka yang merokok atau tidak, ikut menghirup asap tersebut. Tidak ada tingkat paparan asap rokok yang aman bahkan paparan singkat pun dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Bahaya Asap Rokok Pasif bagi Kesehatan
Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif, tetapi juga bagi orang yang tidak merokok. Asap tersebut mengandung ribuan zat kimia, termasuk puluhan zat yang diketahui dapat menyebabkan kanker.
Dampak pada Orang Dewasa
Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti:
* Penyakit jantung koroner dan stroke, risiko meningkat sampai 25-30 %.
* Kanker paru-paru pada bukan perokok, risiko sekitar 20-30 %.
* Gangguan fungsi pembuluh darah dan jantung.
* Dampak buruk pada sistem reproduksi dan kehamilan, seperti berat lahir rendah pada bayi.
Tidak hanya itu, paparan terus-menerus dapat mempercepat timbulnya berbagai penyakit kronis, bahkan mengancam nyawa.
Dampak pada Anak-anak dan Bayi
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap bahaya asap rokok. Tubuh mereka masih berkembang, sehingga efek racun asap jauh lebih parah dibandingkan pada orang dewasa.
Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:
* Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia.
* Asma yang lebih sering kambuh atau lebih parah.
* Infeksi telinga berulang dan gangguan pertumbuhan paru.
* Sindrom kematian bayi mendadak (Sudden Infant Death Syndrome).
Bayi yang terpapar asap rokok juga lebih berisiko memiliki gangguan perkembangan jangka panjang, termasuk kemungkinan masalah belajar dan kesehatan umum yang lebih buruk.
Mengapa Paparan Asap Rokok Tetap Berbahaya?
Hal yang membuat asap rokok pasif begitu berbahaya adalah sifatnya yang tak terlihat dan dapat menetap di udara atau permukaan. Meski jendela dibuka atau ventilasi dinyalakan, partikel asap tetap dapat bertahan beberapa jam dan terhirup oleh orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, residu asap juga bisa menempel pada pakaian, furnitur, dan permukaan lain, menciptakan third-hand smoke zat berbahaya yang tetap terhirup atau tersentuh oleh anak kecil.













































