Bagian Tengah Apel Ternyata Baik untuk Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Penelitian menyebutkan, bahwa bakteri baik yang terdapat dalam apel justru banyak ditemukan di bagian tengah buah yang dekat dengan biji. Jadi, ternyata manfaat dari buah apel bukan hanya tersimpan di daging buahnya saja.

Selain banyak mengandung serat, ternyata buah apel juga mengandung sekitar 100 juta bakteri, meski begitu, bakteri di dalam apel merupakan bakteri baik yang menyehatkan tubuh. Seperti dipaparkan Nur Ulfah, A.Md.Gz, Ahli Gizi Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, kandungan nutrisi yang terdapat pada buah apel sangat melimpah dan menguntungkan bagi tubuh.

“Apel nyaris tidak mengandung lemak dan rendah kalori, namun kaya akan antioksidan, flavonoid, serat, air, vitamin C, kalium, pektin, dan asam ursolat,” terangnya.

Manfaat apel bagi tubuh juga dikarenakan buah ini mengandung karbohidrat, vitamin A, vitamin K, dan folat. “Dimakan langsung, dibuat jus, atau dijadikan salad buah, manfaat apel sudah tidak perlu diragukan lagi bagi kesehatan tubuh,” imbuhnya.

Mengonsumsi bagian tengah apel, selain akan mendapatkan serat ekstra dan flavonoid yang melimpah. Kita juga akan menerima sekitar 10 kali lebih banyak bakteri baik dibandingkan hanya makan bagian daging apel.

Mengutip dari CNNIndonesia, penelitian dari Graz University of Technology di Austria yang dipublikasikan di Fonttiers in Microbiology menyatakan, bahwa untuk mendapatkan manfaat sehat yang lebih maksimal dari apel, maka sebaiknya mengonsumsi jenis apel organik.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa apel organik menyimpan jenis bakteri baik yang lebih beragam sehingga menjadikan apel organic lebih sehat. “Apel yang baru dipanen, dikelola secara organik, memiliki bakteri yang jauh lebih beragam, lebih merata, dan berbeda, dibandingkan dengan apel konvensional,” ujar Profesor Gabriele Berg.

Untuk membuktikannya, peneliti memisahkan bagian daging, batang, kulit, biji, dan sedikit kelopak pada apel untuk menganalisis bakteri yang terkandung di dalam apel. Hasilnya, peneliti menemukan ada sekitar 90 juta bakteri yang terdapat pada bagian tengah apel dan sekitar 10 juta bakteri pada daging buah jenis apel organik maupun konvensional.

Hal menarik lain yang ditemukan adalah adanya perbedaan antara bakteri dalam apel konvensional dengan apel organik. Di apel konvensional, selain bakteri baik, peneliti juga menemukan patogen yang termasuk dalam keluarga Escherichia-Shigella, yaitu salah satu penyebab diare dan penyakit usus. Sementara itu di apel organik, peneliti menemukan kandungan bakteri probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, seperti Lactobacilli.

Methylobacterium yang dikenal berperan meningkatkan biosintesis senyawa rasa stroberi menjadi lebih matang juga secara signifikan lebih berlimpah di apel organik, terutama pada bagian daging buah dan kulitnya. Kandungan inilah yang membuat rasa apel organik lebih alami dibandingkan dengan apel konvensional.

“Oleh sebab itu, bagian tengah apel yang mendekati biji sebaiknya jangan dibuang namun juga dimakan karena memiliki kandungan bakteri yang baik untuk kesehatan,” tutup Ulfah. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat