Bagian Daging Kambing Ini Aman Bagi Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Alih-alih berisiko asam urat, bagian daging kambing satu ini justru aman untuk dimakan. Bagian ini juga disukai Rasulullah, sebagaimana riwayat yang ada.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita, kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah undangan. Kemudian dibawakanlah paha kambing, dan beliau menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya satu gigitan. (HR. Bukhari 3340 & Muslim 501).

An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menukil keterangan al-Qadhi Iyadh,

Al-Qadhi Iyadh – rahimahullah – mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai paha kambing, karena mudah masak dan mudah dicerna, disamping lebih lezat dan lebih steril dari resiko penyakit. (Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, 3/65)

Dari hadits di atas, Ustadz Ammi Nur Baits selaku dewan Pembina laman Konusltasi Syariah menjelaskan bahwa terdapat informasi bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai daging kambing, bukan semua bagian kambing. Tapi hanya bagian pahanya. Ternyata bagian ini dari sisi kesehatan menyimpan banyak manfaat.

Paha Daging Kambing Kaya Protein dan Rendah Lemak

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Johanes Chandrawinata, SpGK mengatakan, sebagaimana yang dilansir dari Kompas, bahwa bagian paha kambing merupakan bagian paling baik untuk dikonsumsi.

“Dari tubuh kambing, daging yang baik. Ada di paha atas dan bagian daging tanpa lemak lainnya,” kata dia.

Menurutnya, protein pada kambing terdistribusi merata pada seluruh bagian daging. Namun, bagian paha atas merupakan bagian paling baik untuk dikonsumsi. Selain kaya protein, paha atas dan bagian lain seperti bahu juga paling miskin kandungan lemak.

Sedangkan bagian yang ia sarankan untuk dijauhi adalah iga, perut, jeroan, dan kaki.

“Lemak pada kambing cenderung terkonsentrasi pada rongga tubuh. Karenanya, jeroan kambing sebaiknya dihindari,” lanjutnya.

Jeroan dari kambing, kata Ketua Pergizi Pangan Prof Dr Hardinsyah, MS, sangat terlarang bagi penderita hipertensi, kadar kolesterol darahnya tinggi (dislipidemia), dan pasien dengan kadar asam urat darahnya tinggi (hiperuresemia).

Kemudian Pakar kesehatan dan staf pengajar Divisi Gastroenterology Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan dalam laman indopos.co.id bahwa jeroan kambing seperti, hati, otak, usus, paru, dan limpa mengandung purin.

“Purin inilah yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Ini yang akan menjadi masalah,” ujarnya.

Hal serupa pun dikatakan oleh Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr Em Yunir, SpPD-KEMD.

“Pilih daging kambing yang lemaknya sangat rendah, misalnya daging bagian paha. Hindari daging yang banyak lemaknya,” ujarnya dalam Detik.

Selain itu, Ketua Pergizi Pangan Prof Dr Hardinsyah, MS menjelaskan, sebagaimana dilansir dari indopos, bahwa daging bebas lemak yang aman untuk dimakan adalah paha. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat