Bagaimanakah Efek Imunomodulator Terhadap Orang dengan Imunitas Normal?

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Memperhatikan dan menjaga imunitas tubuh menjadi begitu penting selama masa pandemi COVID-19 saat ini. Hal itu dilakukan agar tubuh dapat kebal terhadap serangan virus maupun bakteri. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dapat dilakukan dengan beragam cara, salah satunya mengonsumsi imunomodulator.

Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTTJI), Inggrid Tania menyampaikan, bahwa mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam mencegah infeksi juga perlu diperhatikan.

“Dalam keadaan biasa, kita perlu sistem imunitas yang baik. Beragam patogen ada di lingkungan kita. Sekarang concern kita patogen dari luar tubuh, gimana kita mencegah. Kalau pun terinfeksi, gimana tubuh bisa melawan,” ujarnya dalam webinar, Selasa (4/8).

Imunomodulator sendiri merupakan obat yang dapat memodifikasi respons imun, menstimulasi mekanisme pertahanan alamiah dan adaptif, dan dapat berfungsi baik sebagai imunostimulan maupun imunosupresan.

Inggrid mengartikan bahwa imunomodulator ini adalah zat yang dapat memodulasi (mengubah atau memengaruhi) sistem imun tubuh menjadi ke arah normal. Dari artian tersebut, muncul pertanyaan mengenai bagaimanakah jika imunomodulator ini dikonsumsi oleh orang yang imunitas tubuhnya sudah baik? Akankah berpengaruh baik atau justru sebaliknya, malah akan menimbulkan efek samping tertentu?

Menanggapi pertanyaan tersebut, Inggrid berpendapat bahwa obat herbal boleh dipakai oleh siapapun meskipun imunitas tubuhnya normal atau baik. “Sepanjang herbalnya aman, maka siapa pun boleh pakai walupun imunitasnya sudah baik. Kita kan susah membuktikan apakah imun seseorang baik atau tidak,” tuturnya dilansir dari grid.id.

Produk imunomodulator diketahui bisa dibuat dari bahan sintetik dan alami atau herbal yaitu dari tanaman. Karena itulah, imunomodulator dapat dipakai oleh semua orang. Selain itu, lanjut Inggrid, imunomodulator yang bersifat imunostimulasi kuat memang bisa kontra indikasi dengan orang yang memiliki masalah autoimun.

Namun dari beberapa produk imonomodulator yang ditemuinya dan tentunya sudah terdaftar di lembaga pengawasan obat, hampir tidak ada kontra indikasi. “Secara umum kita bisa menyatakan bahwa siapapun bisa pakai, baik itu yang merasa imunitasnya sudah baik ataupun bagi yang merasa imunitasnya masih kurang. Jadi bukan berarti imunitasnya sudah baik terus mengonsumsi imunomodulator kemudian imunitasnya jadi terlalu kuat atau berlebihan,” terangnya.

Pasalnya, untuk membuktikan imunitas seseorang baik atau tidak memang sedikit rumit. Misalnya hasil pemeriksaan laboratorium yang biasanya tidak secara spesifik dapat menilai imunitas seseorang sudah seimbang atau belum.

Oleh sebab itu, Inggrid menilai bahwa imunomodulator sangat cocok dikonsumsi selama masa pandemi dan seterusnya untuk menjaga sistem imun tubuh. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat