Awas, Obesitas Bisa Berisiko Kanker

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Semakin hari, kasus obesitas semakin bertambah. Padahal kelebihan berat badan bisa menjadi sumber penyakit membahayakan, salah satunya kanker.  

Hingga tahun 2018 lalu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI) menunjukkan bahwa ada peningkatan sebanyak 21,8 persen prevalensi penduduk pada kelompok usia 18 tahun ke atas yang menderita obesitas.

Mengutip dari laman okezone, dr. Sonar Soni Panigoro Sp.B (K) Onk, mengatakan bahwa obesitas adalah salah satu faktor resiko kanker yang perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan obesitas dapat merubah level hormon tertentu terutama pada kanker payudara.

“Pada wanita yang telah mengalami masa menopause dan obesitas, hormon tersebut akan diproduksi lebih banyak,” paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jaringan lemak pada orang yang mengalami obesitas dapat mengeluarkan sinyal protein pada sel-sel tubuh untuk membentuk divisi-divisi sel baru  yang dapat menumbuhkan tumorpada tubuh.

“Menjaga berat badan ideal merupakan cara yang terbaik untuk menjaga kesehatan anda, karena obesitas merupakan sebuah kondisi yang terkait dengan 10 dari 22 jenis kanker yang paling umum diderita oleh penduduk dunia,” ungkapnya

Di sisi lain, ia melanjutkan, obesitas juga akan memicu terjadinya peningkatan peradangan dalam tubuh, yang dapat menjadi tanda bahwa telah terjadi reaksi biokimia yang memunculkan radikal bebas pada tubuh seseorang yang mengalami obesitas tersebut.

Hasilnya, radikal bebas tersebut perlahan-lahan akan membuat banyak sel-sel tubuh mati, hingga pada akhirnya ketika kondisi tersebut terus berlanjut akan memicu terjadinya kanker.

Kebiasaan tidak sehat, seperti malas gerak, makan berlebihan, serta malas berolahraga harus dihilangkan oleh generasi milenial Indenesia. Hal ini dikarenakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkirakan peningkatan kanker akibat obesitas hingga 300% pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Untuk menghindari hal tersebut, upayakan untuk selalu waspada dan tetap peduli pada kesehatan dengan mengupayakan makan-makanan yang sehat serta berolahraga secara teratur baik intensitas sedang maupun tinggi minimal 75-150 menit dalam setiap minggunya.

Selanjutnya, usahakan konsumsi makan-makanan yang sehat seperti sayur dan buah, serta kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan. Mungkin makanan yang masuk dalam kategori whole grain atau makanan dari biji-bijian seperti gandum, jagung, dan quinoa dapat menjadi pilihan makanan sehat bagi anda, karena memang mudah dan banyak sekali di temui di Indonesia. (nsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat