Aturan Baru Bagi Karyawan dan Pengunjung RS Al Irsyad untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Dalam menyikapi perkembangan dan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di Indonesia, Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya pun memberlakukan aturan baru bagi karyawan dan pengunjung untuk bersama-sama ikut mencegah penyebaran virus tersebut.

Suwardi, S.Kep., Ns selaku Kepala Bagian Operasional Pelayanan RS Al Irsyad menyampaikan bahwa dalam rangka upaya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi terhadap risiko penyebaran dan penularan infeksi COVID-19, Direktur RS Al Irsyad telah memberikan instruksi kepada seluruh karyawan.

“Aturan baru untuk karyawan RS Al Irsyad itu pada saat masuk kerja tidak diperbolehkan atau dilarang membawa jaket, helm, tas, ransel dan sejenisnya ke dalam rumah sakit. Selain itu tiap karyawan dianjurkan untuk menyiapkan peralatan sholat yang dibutuhkan masing-masing,” ujarnya.

Instruksi ini berlaku sejak tanggal dikeluarkannya aturan baru tersebut, yakni tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Suwardi juga menjelaskan tentang kebijakan atau pengumuman yang diberikan kepada pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu dengan memberikan peringatan untuk tidak membesuk atau mengunjungi pasien.

“Jadi mohon pengertiannya kepada keluarga atau kerabat pasien untuk tidak membesuk atau mengunjungi pasien, hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona saat ini,” tuturnya.

Tentunya, pengumuman tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) kepada seluruh rumah sakit pemerintah atau swasta yang tercantum dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 50 tentang Penanggulangan Bencana, yakni:

  1. Meniadakan atau membatasi jam besuk.
  2. Penunggu pasien maksimal 2 orang per hari dan akan diberikan kartu tunggu.
  3. Pasien tidak diperkenankan dijenguk, kecuali kondisi khusus (kritis).
  4. Penunggu pasien akan dilakukan pengukuran suhu badan waktu memasuki ruang rawat inap. Jika hasil pemeriksaan ditemukan demam dan ada keluhan batuk maka tidak diperkenankan memasuki rawat inap.
  5. Semua penunggu wajib cuci tangan sebelum, selama, dan sesudah masuk ruang rawat inap dengan hand sanitizer yang disediakan dan selalu berperilaku hidup sehat dan bersih.
  6. Setiap Kepala Ruangan atau Petugas yang bertanggung jawab di ruangan, wajib memberitahukan informasi ini kepada pasien dan keluarga yang saat ini sedang dirawat.
  7. Petugas admisi baik di unit admisi atau di IGD wajib menginformasikan ketentuan ini pada keluarga pasien baru saat pemberitahuan general consent.
  8. Satpam harus selalu siap di titik masuk rawat inap.
  9. Membuat pengumuman melalui spanduk atau banner yang intinya berisi hal-hal tersebut di atas.

Saat ini, kesadaran masyarakat memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19) dengan ikut menjaga kesehatan diri, kebersihan lingkungan, dan mendukung praktik social distance atau menjaga jarak antar individu, serta mematuhi protokol penanganan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat