Begini Cara Atasi Cedera pada Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Olahraga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi manusia. Namun, jika salah dilakukan bisa menimbulkan cedera.

Rata-rata anak menyukai olahraga karena mereka dapat bergerak secara bebas dan berinteraksi dengan teman-temannya, seperti saat sedang melakukan olahraga sepak bola. Namun, mereka sering kali tidak berhati-hati sehingga mengakibatkan cedera terjadi, hal itu dikarenakan koordinasi dan reaksi anak ketika terjadi sesuatu yang sifatnya tiba-tiba lebih lambat daripada orang dewasa.

Walaupun olahraga memiliki banyak manfaat, tak menutup kemungkinan bahwa aktivitas tersebut juga rentan dengan cedera. Untuk itu orangtua juga perlu melindungi anak agar terhindar dari cedera yang serius.

Berikut ini cara mengatasi cedera pada anak sesuai yang dikutip dari hellosehat.com;

Pahami Kondisi dan Pilih Jenis Olahraga yang Tepat

Tidak semua anak memiliki kondisi yang normal, bila anak memiliki kondisi atau penyakit yang mempengaruhi saat berolahraga maka konsultasikan dahulu pada dokter untuk mengetahui jenis olahraga apa yang cocok bagi anak tersebut.

Tetapi jika seorang anak memiliki kondisi yang sehat maka orangtua hanya perlu memperhatikan jenis olahraga yang sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Siapkan Peralatan Olahraga dan Pelindungnya

Jangan lupa menyiapkan peralatan pelindung olahraga seperti helm, sepatu, bantalan lutut atau siku, dan juga jelaskan kepada anak fungsi dari peralatan tersebut.

Jelaskan Peraturan ataupun Teknik Olahraga dengan Jelas

Selain menyiapkan peralatan olahraga, orangtua juga wajib menjelaskan tata cara dalam melakukan olahraga tersebut, agar anak terhindar dari cedera.

Cukupi Kebutuhan Nutrisi dan Asupan Air untuk Anak

Olahraga membutuhkan energi yang lebih sehingga orangtua wajib menyediakan makanan sebelum dan sesudah berolahraga dnegan nutrisi dan porsi yang seimbang. Hal itu berguna untuk membuat tubuh menjadi bersemangat dan dapat memulihkan kembali sel-sel tubuh yang telah rusak.

Istirahat yang Cukup

Selama olahraga, tentukan pula waktu anak untuk beristirahat. Ketika anak mulai tidak fokus dan terlihat lelah, maka sudah waktunya untuk menghentikan olahraga. Dilansir dari WebMD, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk membatasi satu olahraga tidak lebih dari lima hari dalam seminggu.

Jika orangtua sudah melakukan tindakan pencegahan, cedera masih bisa terjadi, namun dengan risiko yang lebih kecil karena orangtua telah melakukan cara mengatasi cedera pada anak. Untuk luka ringan seperti lecet atau goresan, orangtua bisa melakukan pengobatan di rumah dan pastikan luka sudah dibersihkan dengan benar, dengan ditambah istirahat yang cukup maka kondisi anak akan lebih membaik.

Namun apabila luka yang dialami cukup parah seperti pendarahan hebat atau patah tulang, maka anak harus mendapatkan pertolongan dokter.(Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat