Apa itu Self Harm? Kenapa Bisa Terjadi Pada Remaja?

Saat memasuki masa remaja, seorang anak akan mengalami banyak perubahan dalam dirinya tak terkecuali tentang emosi. Anak terkadang sulit mengontrol emosi sehingga muncullah fenomena self harm di kalangan remaja. Sebenarnya apa sih self harm itu?

Self-harm adalah sebuah tindakan menyakiti diri sendiri untuk menghilangkan frustrasi, stres, dan berbagai macam emosi. Setiap orang memiliki cara self harm yang berbeda-beda, seperti menarik rambut, mencubit, menggigit, menggaruk, memukul, menelan zat berbahaya, dan menyayat anggota tubuh (cutting).

Nadia Attuwy, M.Psi selaku Psikolog RS Al Irsyad Surabaya dalam Resonansi bersama Radio Suara Muslim Surabaya tentang fenomena self harm yang terjadi pada remaja. Menurutnya, perilaku tersebut muncul untuk mengalihkan rasa sakit psikis ke rasa sakit fisik.

Hal ini dikarenakan remaja cenderung menutupi perilakunya atau enggan terbuka dan bercerita kepada orang lain di sekitarnya, bahkan terhadap keluarga atau juga teman terdekatnya mengenai masalah yang sedang dihadapi.

“Jadi ketika seseorang itu sedang mengalami emosi yang memuncak, mau marah, mau kecewa, dia melampiaskan dengan melukai diri sendiri, jadi tangannya di silet silet walaupun sifatnya itu bukan sampai yang terlalu dalam. Jadi dia sekedar untuk mendapatkan sensasi yang berbeda dari rasa cemas, atau rasa emosi psikisnya itu ke pengalihan rasa sakit fisik,” ujarnya.

Bentuk self harm pada remaja ini bermacam-macam, namun yang belakangan lagi hits adalah contoh perilaku seperti melukai tangan dengan benda tajam misalnya cutter atau bahkan jarum pentul jilbab.

“Yang pasti mereka melakukan dengan sadar ya bukan dalam pengaruh obat. Jadi mereka dengan sadar melakukan dengan sengaja melakukan. Dan kalau ditanya tuh itu kenapa ya? Kenapa kok bisa melakukan itu dan bagaimana rasanya? Mereka pasti bilang bahwa ini karena rasa sakit hati, pikiran yang terus terusan itu lebih bisa dialihkan dengan rasa sakit fisik. Meskipun itu pengalihan yang tidak tepat,” jelas Nadia.

Self harm sendiri sebenarnya sudah ada sejak dulu, Nadia memaparkan bahwa dulu biasanya orang akan membenturkan kepala di dinding atau memukul dirinya sendiri untuk mendapat sensasi rasa sakit fisik. Lantas kenapa sekarang menjadi marak kembali?

Nadia berpendapat bahwa tren ini terjadi karena pengaruh era digital atau media sosial yang kini luar biasa, hal positif maupun negatif bisa menjadi viral.

“Sehingga mau tidak mau, tiap orang harus memungkiri bahwa hal yang ditampilkan dalam medsos mejadi inspirasi buat orang lain untuk melakukan hal yang sama ketika mereka nggak dapat ilmu yang tepat atau tidak dapat edukasi dengan tepat,” pungkasnya.

Konsultasikan kesehatan telinga Anda di Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya bersama Nadia Attuwy, M.Psi, Psikolog Klinis dengan jadwal praktek Sabtu pukul 08.00 -12.00 WIB. Untuk informasi pelayanan, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916.

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat