Anomali Refraksi: Kelainan Mata Terbanyak yang Menyerang Manusia

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Kelainan mata sering dialami oleh banyak orang karena beragam penyebab yang terjadi. Ada beberapa kelainan mata yang perlu diketahui, di antaranya rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan mata silinder (astigmatisma).

Keadaan dimana bayangan tegas tidak terbentuk pada retina (makula lutea atau bintik kuning) inilah yang disebut kelainan refraksi mata. Kondisi di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.

Menurut dr. Dianawati Koesoemowardani, Sp.M, dokter spesialis mata di Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya memaparkan bahwa kelainan mata terbanyak yang sering diderita oleh banyak orang adalah anomali refraksi.

“Kelainan mata yang terbanyak adalah anomali refraksi atau bahasa awamnya mata minus, plus dan silinder,” papar dokter Diana, panggilan akrabnya.

Penyebab yang kerap terjadi pada kelainan refraksi mata ini adalah faktor keturunan, dan tak jarang pula pola hidup yang tidak sehat juga berpengaruh pada gangguan mata ini. Misalnya membaca sambil tidur, terlalu sering bermain gadget dan lain sebagainya.

“Itu bawaan, memang ada beberapa hal yang membuat semakin bertambah misalnya membaca sambil tidur, bermain handphone atau komputer terlalu sering dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kelainan refraksi mata ini memang sulit dicegah, namun dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata, untuk kemudian diatasi dengan penanganan yang tepat. Pemeriksaan lebih dini akan lebih baik untuk mengindari gangguan penglihatan yang lebih parah.

Dokter Diana menyarankan penggunaan kacamata menjadi pilihan sederhana dan aman untuk memperbaiki kondisi kelainan refraksi mata agar syaraf mata berkembang dengan baik. Serta membuat penglihatan yang lebih jelas dan luas.

“Tapi yang penting adalah khususnya pada anak anak, apabila tidak diberi kacamata maka syaraf mata tidak berkembang dengan baik. Istilahnya mata malas (ambliopia) kalau sudah ambliopia, maka walaupun diberi kacamata penglihatan tidak akan maksimal,” imbuhnya.

Selain itu, apabila enggan mengenakan kacamata, dapat pula menjalani bedah refraksi. Tindakan ini adalah dengan mengubah bentuk kornea secara permanen, sehingga mengembalikan kekuatan fokus mata. Ada banyak jenis operasi refraksi. Dokter spesialis mata dapat membantu memutuskan jenis operasi refraksi mana yang sesuai dengan kondisi gangguan penglihatan yang dialami seseorang.

Jangan ragu untuk memeriksakan mata jika sudah merasakan gejala-gejala kelainan refraksi mata. Semakin cepat kelainan itu diperbaiki, maka akan semakin baik untuk aktivitas indera penglihatan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat