Ampuh Kurangi Risiko Infeksi Virus Corona, Begini Cara Cuci Tangan yang Benar

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Pandemi virus corona kembali menghebohkan masyarakat Indonesia. Dua warga Indonesia yang positif terinfeksi virus corona sekarang telah dirawat di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Penularan virus ini dapat dicegah dengan rajin mencuci tangan sesuai petunjuk WHO.

Menanggapi pandemi virus corona, Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sigap mengambil langkah untuk mencegah penularannya makin meluas. Dalam rilis yang mereka keluarkan, ada satu cara yang ampuh mengurangi risiko infeksi virus tersebut. Cara tersebut adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik.

Selain sabun yang digunakan, cara mencuci tangan juga harus dilakukan dengan benar. Agar mudah diingat gerakan cuci tangan yang benar, Kementerian Kesehatan RI menyingkatnya menjadi ‘Tepung Selaci Puput’.

Langkah pertama yakni, mencuci dan menggosok kedua telapak tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik. Lalu, beralih ke punggung tangan, menggosok sela-sela kedua punggung tangan dan jari sisi luar.

Ketiga, membersihkan dan menggosok sela-sela jari sisi dalam. Keempat, mengunci jari-jari sisi dalam, kedua tangan saling mengunci. Kelima, menggosok ibu jari tangan kiri dan berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.

Dan langkah terakhir, merapatkan ujung jari kiri dan digosokkan pada telapak tangan kanan, gerakannya memutar searah jarum jam, dan begitu juga untuk sisi tangan yang lain.

“Setelah itu, keringkan kedua tangan dan tutup kran dengan sikut atau bekas tisu yang masih di tangan,” jelas dr. Sri Rachmani, Ketua Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan (IRSJM), mengutip dari liputan6.

Dengan Cuci Tangan, Infeksi Nosokomial juga Dapat Dihindari

Selain corona, sebagian orang kadang tidak sadar bahwa infeksi nosokomial dapat menjangkiti ketika berkunjung ke rumah sakit. Infeksi ini adalah infeksi yang sering terjadi di RS dan sumbernya berasal dari segala sesuatu yang ada di dalam RS.

“Seorang pasien dapat dikatakan terinfeksi nosokomial setelah lebih dari dua hari masuk RS. Jadi, kalau sebelum masuk RS tanpa infeksi, kemudian dua hari masuk RS terserang infeksi, baru pasien bisa dibilang terkena infeksi nosokomial,” ujar Dr. Anis Karuniawati, Sp.MK, PhD, Ahli Mikrobiologi Klinis Indonesia, dikutip dari okezone.

“Infeksi terkait pelayanan kesehatan adalah infeksi yang berlangsung atau didapat dari rumah sakit. Infeksi ini bisa ditularkan antar pasien, tenaga kesehatan, staf rumah sakit bahkan antar pengunjung rumah sakit,” tutur Sri Rachmania.

Infeksi-infeksi ini juga dapat dicegah jika kita rajin mencuci tangan sesuai petunjuk WHO dan dengan sabun antiseptik. Meski terlihat sepele, manfaat mencuci tangan sangatlah besar. Dengan rajin mencuci tangan dapat mengurangi risiko tertular penyakit, termasuk virus corona. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat