Alami Gejala Covid-19, Jangan Asal Minum Obat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Masyarakat tak boleh sembarangan mengonsumsi obat untuk mengobati gejala virus corona (Covid-19) yang saat ini menjangkit Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengimbau masyarakat bila muncul gejala, maka segera mengonsultasikan dengan dokter.

Merebaknya virus corona saat ini membuat banyak orang khawatir, bahkan sampai ada yang menimbun berbagai kebutuhan, peralatan medis yang sebetulnya sangat dibutuhkan oleh paramedis, bahkan hingga obat-obatan. Padahal, penanganan dan perawatan pasien Covid-19 ini harus sesuai dengan arahan para ahli ataupun tenaga profesional.

“Kami berharap, masyarakat bisa memahami manakala kemudian dirinya merasa sakit atau merasa tertular, maka disarankan untuk menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan manapun. Konsultasikan dengan dokter. Tidak perlu panik. Nanti dengan pemeriksaan yang teliti oleh dokter akan bisa ditentukan apakah mengarah ke Covid-19 atau tidak,” jelas Yuri.

Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat diminta untuk tidak membuat keputusan sendiri dengan meminum obat atau melakukan kegiatan yang diyakini dapat menyembuhkan atau mencegah ini, sedangkan hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Sebagaimana WHO mengimbau penderita gejala infeksi Covid-19 hendaknya menghindari asupan medis atau ibuprofen yang malah bisa memperburuk efek dari virus. Di mana penggunaan ibuprofen berisiko kepada penderita penyakit menular yang terinfeksi, karena bisa mengurangi respons sistem kekebalan tubuh pasien.

Ibuprofen adalah obat yang tergolong dalam kelompok obat anti-inflamasi nonsteroid dan digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat peradangan dan dikonsumsi berdasarkan resep yang diberikan oleh dokter. Namun jika terlanjur menggunakan obat ini pada gejala yang ditengarai Covid-19, maka segeralah temui dokter.

Obat untuk Penyembuhan bukan Pencegahan, Tidak Bisa Dibeli Sembarangan

Diketahui sebelumnya pemerintah telah memborong sebanyak 3 juta obat Chloroquine bersamaan dengan Avigan, yang diklaim dapat membantu kesembuhan pasien corona. Obat akan diberikan sesuai rekomendasi dokter kepada pasien-pasien tertentu yang dianggap cocok untuk mengonsumsinya.

Dengan merebaknya kabar itu, Yuri pun juga mengingatkan pada masyarakat bahwa chloroquine merupakan obat keras dan perlu resep dokter. Dengan begitu, masyarakat diharapkan untuk tidak berbondong-bondong membeli obat tersebut.

“Jangan ada persepsi salah, obat ini (bukan) untuk pencegahan, maka tidak perlu berbondong-bondong beli dan simpan di rumah,” tuturnya.

Daripada berbondong-bondong membeli obat ini, Yuri pun lebih menyarankan agar masyarakat menerapkan hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona.

Penularan virus corona dapat terjadi melalui droplet, yakni percikan air liur yang kecil, dari orang yang positif virus ke orang yang sehat. Baik yang terpercik saat batuk, berbicara ataupun ketika bersin. Dengan demikian, masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya menjaga jarak fisik atau pembatasan fisik (physical distancing).

Tak hanya pembatasan fisik, setiap orang juga dianjurkan untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. “Bisa jadi percikan batuk itu jatuh ke benda di sekitar kita. Dan tidak mustahil itu kita sentuh, kemudian kita makan, memegang hidung, wajah, dan lain sebagainya,” sambungnya.

Isolasi mandiri atau yang ramai disebut #dirumahaja pun juga berperan dalam efektivitas mengerem laju penularan virus corona. “Di rumah saja, ini yang paling penting. Kurangi frekuensi ketemu orang lain,” tegasnya.

Saat ini sendiri pemerintah telah membuat aplikasi untuk konsultasi. Sehingga masyarakat diminta untuk berpikir rasional dan memanfaatkan segala fasilitas yang sudah disediakan tersebut.

“Baik secara langsung mendatangi dokter maupun secara virtual melalui aplikasi untuk konsultasi. Hotline sudah disiapkan di 119. Beberapa unicorn seperti Sehatpedia, Halodoc, dan sebagainya,” tuturnya dilansir dari cnnindonesia.com.

Bila seseorang mendapati dirinya mengalami keluhan fisik seperti influenza semakin memberat, panas disertai batuk, maka segeralah menghubungi fasilitas kesehatan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat