Alami Cedera Lutut Kaki Kiri, Atlet Madura Utd Dapatkan Perawatan di RS Al-Irsyad

Rs-alirsyadsurabaya.co.id- Rumah Sakit (RS) Al-Irsyad Surabaya kembali dipercaya untuk berupaya menyembuhkan cedera yang dialami oleh Fandry Imbiri, atlet klub sepak bola asal Indonesia yang berbasis di Pamekasan, Madura United. Cedera ini membuatnya harus menjalankan operasi di lutut kirinya pada Sabtu (19/10) lalu di Klinik Ortopedi Terpadu RS Al-Irsyad.

Cedera yang dialami Fandry ini, seperti dilansir dari Bola.net, dimulai saat tampil membela Madura United yang bertandang ke markas Persipura Jayapura Selasa (16/7) lalu. Dia terpaksa bermain penuh selama sembilan puluh menit dalam laga yang berkesudahan 1-0 untuk Persipura itu.

Berikutnya, pemain berusia 28 tahun ini menjalani terapi rutin. Fandry juga terpaksa bermain dalam empat pertandingan secara penuh karena situasi tim yang kekurangan pemain belakang. Hal itu yang kemudian berdampak pada semakin memburuknya tulang rawan di lutut kaki kirinya.

“Selama empat pertandingan itu saya terpaksa bermain. Memang situasi tim saat itu kurang bagus. Setelah itu, saya mulai absen dalam lima pertandingan. Akhirnya, dokter dan manajemen memutuskan saya harus operasi,” ucap Fandry yang bergabung di Madura United sejak Desember 2018.

Perawatan yang dilakukan RS Al-Irsyad Surabaya pada bek asal Jayapura ini adalah dengan operasi penanganan cedera pada salah satu ligamen utama yang berfungsi menjaga stabilitas sendi lututnya, yakni Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Dengan ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Ortopedi berpengalaman RS Al-Irsyad Surabaya Dr.dr. Dwikora Novembri U, Sp.OT (K) FICS, operasi pada Fandry dilakukan dengan artroskopi lutut. Artroskopi lutut sendiri adalah sebuah prosedur bedah invasif minimal (lubang kunci).

Sejak mulai dirawat di RS Al-Irsyad Surabaya pada Kamis (17/19) lalu, dan akhirnya menjalani operasi pada Sabtu (19/10), Fandry mengaku memiliki kesan yang baik terhada pelayanan RS, “Kesan saya senang karena semua orang di sini membuat saya merasa nyaman. Dokternya top, semua pelayannya baik,” ujar Fandry.

Tidak hanya, Fandry, keluarga yang mendampingi perawatannya ketika rawat inap, termasuk anaknya pun mengaku senang dengan keramahan perawat di RS Al-Irsyad Surabaya yang bahkan terkadang ada yang sesekali mengajaknya bermain, “Rumah sakit serasa hotel kata anak saya,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini karena lingkungan di RS Al-Irsyad Surabaya yang rapi dan bersih, sehingga membuat anak kecil nyaman berada di rumah sakit, “Kalau pelayanan baik dan ramah, maka pemulihan seperti saya ini juga akan lebih cepat, karena tidak merasakan beban pikiran yang berlebihan dan bisa menyerahkan rasa percaya pada dokter, perawat, dan pelayanan lain yang diberikan oleh RS,” imbuhnya.

Fandry yang kala itu ditemui di sela-sela melakukan terapi jalan oleh Fisioterapi RS Al-Irsyad Surabaya sebelum pulang dari RS pada Senin (21/10) pun juga memberikan harapan pada RS Al-Irsyad agar ke depannya pelayanan RS Al-Irsyad bisa semakin lebih baik dan sukses.

Setelah kepulangannya dari RS Al-Irsyad Surabaya, Fendry masih harus menjalani rawat jalan untuk penyembuhan pascaoperasi (post-op) di Sport Gym RS Al-Irsyad. Selain itu, Fandry juga mengaku, bahwa dirinya kini tengah meyiapkan mental agar bisa tetap semangat saat melewati masa pemulihannya.

“Saya akan fokus pemulihan sampai akhir musim ini. Yang jelas, saya masih punya kontrak sampai akhir tahun bersama Madura United. Semoga semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat