5 Tips Aman Menggunakan Toilet Umum

Rs-alirsyadsurabaya.co.id- Sudah bukan rahasia lagi bahwa toilet umum dapat menjadi sarana penularan penyakit. Kita tak pernah tahu berapa banyak kuman dan bakteri yang berkembang di dalamnya. Namun Anda dapat menggunakan toilet umum secara aman dengan cara yang tepat sebagaimana dilansir dari Bright Side.

Pilih Bilik Paling Bersih

Ketika akan menggunakan toilet umum, cobalah untuk memilih bilik yang terlihat paling bersih. Biasanya, orang memilih bilik yang paling jauh dari pintu masuk toilet. Statement ini bukan tanpa hasil riset.

Mehmet Oz, atau biasa dikenal dengan panggilan dr. Oz memberikan tipsnya berdasarkan teori yang ia kembangkan. Dokter selebriti yang sering muncul di program kesehatan TV di Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa kebanyakan pengguna toilet akan menghindari bilik pertama atau paling dekat pintu masuk.

Mereka cenderung memilih bilik toilet yang paling jauh dari pintu karena butuh sedikit privasi. Terutama ketika mereka ingin buang air besar atau berganti pembalut, agar aktivitasnya tidak terlalu terdengar atau diketahui orang lain.

“Karena bilik terdepan paling jarang dipakai, maka tingkat bakterinya juga paling rendah. Jadi bilik pertama jangan dihindari, tapi justru dipilih untuk menghindari kemungkinan terkena infeksi,” ujar dokter Oz, seperti dikutip dari Daily Mail. Oleh karenanya, Anda bisa menggunakan bilik pertama sebagai pilihan terbaik.

Jangan Letakkan Barang Anda di Toilet

Bakteri dan kotoran dari sepatu akan mengotori barang Anda yang diletakkan di lantai. Yang jika barang tersebut Anda pegang, juga akan mengotori tangan Anda. Sebaiknya gantung tas Anda digantungan yang sudah disediakan.

Hal ini dikarenakan fakta bahwa lantai toilet menyimpan jutaan bakteri meski telah dibersihkan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Joan L. Slonczewski, Ph.D., ahli mikrobiologi dan profesor biologi di Kenyon College, Ohio dalam laman Kompas.

“Jumlah bakteri yang ditemukan di lantai kamar mandi bervariasi, tergantung pada tingkat keramaian, kebiasaan membersihkan, dan bagaimana toilet Anda dibersihkan. Setelah dibersihkan bisa jadi ada kurang dari seribu bakteri per sentimeter persegi, tapi sejam kemudian saat toilet mulai digunakan, akan ada satu juta kuman muncul kembali,” kata Joan.

Gunakan Protektor Sendiri

Akan lebih baik jika Anda menggunakan protektor tempat duduk toilet daripada menggunakan tisu toilet. Setelah menggunakannya, Anda bisa membuang protektor tersebut. Begitu juga dengan tombol flush (penyiram) yang ada di toilet. Ternyata, banyak bakteri yang ada di dalamnya. Sehingga, lebih baik bungkus jari Anda dengan tisu toilet baru kemudian Anda tekan tombol penyiram.

Cuci Tangan Anda dengan Cara dan Durasi yang Benar

Bilas tangan Anda di bawah air selama minimal 20 detik agar tangan Anda benar-benar bersih. Para ahli di Rutgers University dalam Journal of Food Protection telah menguji cara mencuci tangan yang paling efektif.

Menurut para ahli kesehatan yang tergabung di penelitian ini, bukan suhu air yang memengaruhi kebersihan tangan Anda, melainkan lamanya waktu mencuci tangan.

Mencuci tangan dengan sabun selama 30 detik terbukti jauh lebih efektif dalam mengusir kuman dan bakteri di tangan. Sedangkan bila Anda mencuci tangan dengan sabun hanya dalam waktu 15 detik, masih banyak bakteri yang menempel di tangan. Inilah mengapa Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun paling tidak selama 20 detik.

Mesin Pengering Tangan Justru Cepat Sebarkan Bakteri, Gunakan Tisu atau Handuk!

Jangan keringkan tangan Anda dengan udara panas atau mesin pengering tangan. Ingat bahwa bakteri lebih mudah berkembang di lingkungan yang hangat.

Studi terbaru yang terbit di jurnal Applied and Enviromental Microbiology tahun 2018 lalu menemukan bahwa alat itu justru dapat membuat tangan makin kotor dengan banyak mikroba yang dikeluarkan bersamaan dengan udara hangat dari mesin pengering tangan.

Penelitian yang dilakukan ahli dari University of Connecticut School of Medicine menemukan bahwa alat tersebut tak hanya mengalirkan udara hangat, tapi juga mengisap mikroba dari ruangan untuk dikeluarkan kembali.

Oleh sebab itu, lebih baik gunakan kertas handuk yang tersedia di toilet. Pastikan kertas handuk yang Anda gunakan adalah baru. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat